CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 8 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home CAHAYA PASUNDAN

Metodologi Studi Islam

Hanna Hanifah
5 Desember 2025
Metodologi Studi Islam

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Ketua Bidang Penelitian & Pengembangan Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si (foto: pasjabar)

Oleh: Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si., Ketua Bidang Penelitian & Pengembangan Paguyuban Pasundan (Metodologi Studi Islam, dalam buku Afeksi Islam)

WWW.PASJABAR.COM – Bagi seorang muslim, upaya memahami Islam secara menyeluruh (kaffah) merupakan keniscayaan dan sangat penting, meskipun tidak secara detail. Pemahaman terhadap nilai dan ajaran Islam diperlukan agar seorang mukmin menyadari dirinya sebagai pemeluk agama (Islam) yang mantap. Pemahaman tersebut juga akan menumbuhkan sikap hormat kepada pemeluk agama lain (toleransi). Langkah ini penting untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat menimbulkan pandangan dan sikap negatif terhadap Islam.

Lalu, langkah apa yang harus dilakukan? Untuk memahami Islam secara benar, seseorang harus memiliki metode atau cara. Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk memahami Islam secara tepat adalah sebagai berikut:

Islam harus dipelajari dari sumber aslinya, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw.

Kekeliruan memahami Islam terjadi karena ada orang yang hanya mengenalnya dari sebagian ulama atau pemeluknya yang jauh dari bimbingan Al-Qur’an dan Sunnah. Kekeliruan juga dapat muncul karena belajar dari kitab-kitab fikih dan tasawuf yang sudah sangat tua dan terkesan out-of-date (ketinggalan zaman), yang dalam banyak kasus bercampur dengan bid’ah dan khurafat.

Baca juga:   Problema Umat Islam

Metode pembelajaran ajaran Islam seperti imlah dapat menjadikan seseorang terjebak dalam anasir-anasir yang dipenuhi bid’ah dan khurafat. Keimanannya menjadi rancu dan bias. Ibadah dan keyakinannya bercampur dengan hal-hal yang tidak islami dan jauh dari ajaran Islam yang sesungguhnya. Padahal, keimanan yang tidak bercampur dengan kezhaliman (syirik) akan melahirkan rasa aman yang paripurna (QS Al-An’am, 6:82).

Islam harus dipelajari secara integral, tidak parsial.

Studi Islam harus dipahami secara menyeluruh sebagai satu kesatuan yang utuh, bukan hanya sebagian. Bila nilai dan ajaran Islam yang dipelajari hanya sebagian, bahkan hanya pada hal yang bukan pokok ajaran—atau pada masalah-masalah khilafiyah—maka pengetahuan seseorang tentang Islam akan sebatas bagian kecil yang dipelajarinya itu. Lebih dari itu, seseorang bisa saja menjadi skeptis terhadap Islam ketika ia melihat nilai-nilai yang tampak bertentangan atau kontradiktif (Nasruddin Razak, 1989).

Baca juga:   Wali Kota Bandung, M. Farhan Instruksikan Camat dan Lurah Tingkatkan Kesiapsiagaan

Kekeliruan dalam memahami nilai dan ajaran Dinul Islam sebenarnya tidak perlu terjadi bila para penganutnya memahami karakteristik Dinul Islam sebagai sumber nilai Ilahi yang berlaku bagi dan dalam seluruh pranata kehidupan manusia. Kekeliruan muncul ketika pemahaman terhadap Dinul Islam lebih ditekankan hanya pada aspek ibadah, fikih, dan tauhid. Terlebih lagi apabila ibadah, fikih, dan tauhid yang diajarkan hanya menurut satu mazhab atau aliran. Pendekatan sempit semacam ini akhirnya memberikan wawasan yang juga sempit tentang nilai dan ajaran Islam yang sesungguhnya sangat luas.

Baca juga:   Tuntunan Doa Menuntut Ilmu

Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada manusia melalui para rasul-Nya dengan rujukan utama Al-Qur’an. Al-Qur’an berisi hukum-hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam semesta. Dengan demikian, Dinul Islam memiliki sifat universal, komprehensif, dan abadi bagi manusia.

Pokok pembahasan Dinul Islam mencakup tiga persoalan besar: akidah, syariah, dan akhlak. Ketiga hal ini tidak berdiri sendiri, melainkan bersatu-padu membentuk kepribadian yang utuh dalam diri seorang muslim. Sesungguhnya, akidah mendorong seorang muslim untuk melaksanakan syariah. Karena akidah bersifat dinamis, ia memerlukan pembinaan melalui pelaksanaan seluruh aturan syariah Islam. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: islamStudi Islam


Related Posts

Hubungan (Nisbah) Akidah, Syariah, dan Akhlak
CAHAYA PASUNDAN

Hubungan (Nisbah) Akidah, Syariah, dan Akhlak

28 November 2025
Ruang Lingkup Islam
CAHAYA PASUNDAN

Ruang Lingkup Dinul Islam

21 November 2025
islam
CAHAYA PASUNDAN

Dienul Islam

14 November 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Fabio Grosso sorot kinerja barisan pertahanan Sassuolo usai dibantai Juventus. (AFP/MARCO BERTORELLO)
HEADLINE

Grosso Buka Suara Usai Kekalahan Sassuolo: Soroti Blunder Jay Idzes dan Kualitas Elite Juventus

8 Januari 2026

REGGIO EMILIA, WWW.PASJABAR.COM – Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, memberikan evaluasi mendalam setelah timnya dibungkam Juventus dengan skor...

Foto: Arsenal FC via Getty Images/David Price

Arsenal vs Liverpool: Momentum Puncak Meriam London dan Prediksi Skor 3-1 Harry Redknapp

8 Januari 2026
Inter Milan harus gigit jari setelah Joao Cancelo memilih Barcelona pada bursa transfer Januari 2026. (Foto: IG @jpcancelo)

Joao Cancelo Pilih Barcelona, Inter Milan Tutup Pintu untuk Bek Sayap Baru di Januari

7 Januari 2026
Klub milik orang Indonesia, Como 1907 berhasil memetik kemenangan atas Pisa pada pekan ke-19 Liga Italia 2025-2026. (X.COM/HQPCRT)

Como 1907 Tembus Zona Liga Champions! Bungkam Pisa 3-0 Lewat Dominasi Babak Kedua

7 Januari 2026
Kaesang Pangarep kukuhkan kepengurusan PSI Jabar di Soreang. Targetkan 5 juta suara pada 2029 dan pembentukan pengurus hingga tingkat desa. (fal/pasjabar)

Kaesang Pangarep Kokohkan Struktur PSI Jawa Barat: Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Desa dan 5 Juta Suara

7 Januari 2026

Highlights

Como 1907 Tembus Zona Liga Champions! Bungkam Pisa 3-0 Lewat Dominasi Babak Kedua

Kaesang Pangarep Kokohkan Struktur PSI Jawa Barat: Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Desa dan 5 Juta Suara

Gubernur Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Resmi Hentikan Pendanaan Masjid Raya Bandung karena Status Wakaf

Jonathan David Menyala! Juventus Bungkam Sassuolo Tiga Gol Tanpa Balas

Darren Fletcher Tantang Pemain MU Hadapi Kritik Legenda: “Terima Tekanannya, Itulah Standar Manchester United!”

Pengadilan Agama Bandung Kabulkan Gugatan Cerai Atalia Praratya

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.