BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) menjalin kerja sama dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional melalui penandatanganan perjanjian penelitian dan pengabdian kepada masyarakat antara Prodi Magister Administrasi dan Kebijakan Publik (MAKP) Unpas dan Prodi Magister Ilmu Administrasi Publik Universitas Nasional. Kegiatan berlangsung di Gedung Pascasarjana Unpas/Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera No. 41 Kota Bandung, Selasa (9/12/2025).
Penandatanganan kerja sama antara MAKP Unpas dengan Magister Ilmu Administrasi Publik Universitas Nasional ini dirangkaikan dengan forum group discussion (FGD) pemaparan hasil penelitian berjudul “Tingkat Kepercayaan Masyarakat pada Perencanaan Pembangunan Nasional Menuju Visi Indonesia 2045 di Kota Bandung.”
Pemaparan dilakukan oleh tiga peneliti dari Universitas Nasional, dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Iwan Satibi, M.Si. (Unpas), H. Anton Sunarwibowo, ST., M.T. (Kepala Bapperida Kota Bandung), serta Y. Ahmad Briliyana, S.Sos., M.Si. (Diskominfo Kota Bandung).
Penguatan Kolaborasi Akademik antara Unpas dan Universitas Nasional
Direktur Pascasarjana Unpas, Prof. Dr. H. Bambang Heru Purwanto, M.S., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting memperkuat kolaborasi dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Alhamdulillah tadi sudah kita tandatangani MOA-nya. Harapannya tidak berhenti di tanda tangan saja, tetapi harus diimplementasikan. Peraturan menteri yang baru, Permendikbud Nomor 39, justru mendorong kolaborasi dan kerja sama yang berkelanjutan, bahkan hingga tingkat internasional,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan riset bersama seperti ini akan semakin membuka peluang bagi kedua institusi untuk memperluas jejaring akademik dan menghasilkan penelitian yang berdampak pada masyarakat.
Riset Enam Bulan: Mengukur Kepercayaan Publik terhadap Pembangunan Kota Bandung
Ketua Program Studi dari Universitas Nasional sekaligus peneliti, Dr. Zulmasyhur, M.Si., menjelaskan bahwa penelitian kolaboratif ini telah berlangsung hampir enam bulan, dan merupakan bagian dari hibah DPRM Dikti yang kompetitif.
“Penelitian ini bukan penelitian sembarangan. Kami bersyukur mendapat Hibah Dikti yang hanya bisa dicapai oleh peneliti-peneliti terpilih. Hasilnya akan kami sampaikan kepada Pemerintah Kota Bandung dan tentu kepada masyarakat agar mereka memahami gambaran sebenarnya mengenai tingkat kepercayaan publik,” ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi riset dengan Unpas menjadi sangat penting karena banyak kelemahan dalam tata kelola pemerintahan yang perlu diidentifikasi secara ilmiah.
“Harapan kami, hasil penelitian ini bermanfaat bagi Pemerintah Kota Bandung dan masyarakat, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambahnya. (han)












