WWW.PASJABAR.COM – Saat mengalami flu, minuman panas atau hangat yang dicampur lemon dan madu dapat menjadi obat alami yang bermanfaat karena kandungan vitamin C dinilai mampu memperpendek durasi flu. Hal tersebut disampaikan dokter keluarga di Mayo Clinic Phoenix, Arizona, Jesse Bracamonte, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (9/12/2025).
“Cairan hangat, madu, dan sedikit lemon bisa sangat terapeutik dalam melawan infeksi pernapasan,” ujar Bracamonte.
Meski demikian, ia menekankan minuman tersebut tidak disarankan dicampur alkohol. Meskipun alkohol dapat memberikan efek relaksasi, konsumsi alkohol saat sakit justru dapat memberi dampak buruk bagi tubuh, terutama jika sedang mengonsumsi obat flu dan batuk.
Bracamonte menjelaskan bahwa alkohol dapat memberikan efek sedatif berlebih, dan interaksi antara alkohol dengan obat flu dapat berbahaya, khususnya pada pasien berusia di atas 65 tahun yang memiliki metabolisme lebih lambat.
“Menggabungkan alkohol dengan obat-obatan yang memiliki efek sedatif dapat meningkatkan risiko termasuk jatuh dan overdosis, serta mengubah cara Anda memetabolisme obat resep,” katanya.
Ia menambahkan bahwa alkohol dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, memperlambat penyembuhan, menyebabkan dehidrasi, dan menurunkan kadar gula darah jika dikonsumsi saat perut kosong.
Vitamin C, Madu, dan Hidrasi Hangat Bantu Percepat Pemulihan
Ahli gizi terdaftar dan instruktur klinis di Universitas Boston, Joan Blake, menegaskan bahwa minuman hangat tanpa alkohol dengan lemon yang kaya vitamin C dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan vitamin C dapat sedikit memperpendek durasi flu biasa.
Kebutuhan vitamin C setidaknya 200 miligram, sementara satu buah jeruk rata-rata hanya mengandung sekitar 83 miligram. Sehingga konsumsi tambahan melalui minuman dapat membantu pemulihan.
Hidrasi dengan air hangat juga memiliki manfaat penting, terutama untuk melawan infeksi saluran pernapasan atas seperti pilek.
“Tetap terhidrasi membantu sel-sel Anda menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat, mengurangi kemungkinan sakit kepala, dan mengencerkan lendir,” ujar Blake.
Penelitian lain menunjukkan madu efektif membantu mengurangi frekuensi dan ketidaknyamanan akibat batuk. Kandungan sedikit gula pada sesendok madu juga dapat memberikan energi tambahan.
Blake turut merekomendasikan penambahan jahe karena sifat antiperadangannya. Serta menyarankan sup mi ayam sebagai pilihan makanan bergizi yang membantu hidrasi dan memperbaiki kondisi tubuh.
Pada akhirnya, Bracamonte menekankan pentingnya istirahat yang cukup dan menjaga hidrasi selama sakit flu. Umumnya pilek berlangsung antara tiga hingga tujuh hari. Jika gejala menetap lebih lama atau disertai kesulitan bernapas, masyarakat disarankan segera menghubungi tenaga medis. (han)












