Madrid, www.pasjabar.com – Krisis kecil mulai melanda Real Madrid. El Real menelan kekalahan beruntun di Santiago Bernabeu setelah takluk 1-2 dari Manchester City dalam lanjutan babak penyisihan Liga Champions, Kamis (11/12/2025) dini hari WIB. Real Madrid kalah beruntun di kandang dan mempertegas tren kurang memuaskan Los Blancos dan seketika membuat pelatih, Xabi Alonso, menjadi sorotan tajam.
Dalam laga yang berlangsung di markas sendiri, Madrid sempat unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak oleh Rodrygo Goes pada menit ke-28.
Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan. Manchester City berhasil membalikkan keadaan di sisa pertandingan berkat gol dari Nico O’Reilly dan striker andalan, Erling Haaland.
Real Madrid Kalah Beruntun di Kandang: Awal Tekanan Baru
Kekalahan dari The Citizens ini merupakan kekalahan beruntun kedua yang ditelan Madrid di hadapan publik sendiri. Sebelumnya, tim Ibu Kota Spanyol itu juga tumbang saat menjamu Celta Vigo.
Tren negatif ini mencerminkan penampilan tim yang kurang optimal secara keseluruhan dalam delapan pertandingan terakhir, di mana Vinicius Junior dkk.
hanya mencatatkan dua kemenangan, tiga kekalahan, dan tiga hasil imbang. Kekalahan berturut-turut di Bernabeu—sebuah benteng yang biasanya sulit ditembus lawan—menjadi alarm bahaya yang serius.
Jurnalis yang biasa meliput sepakbola Spanyol, Juan Castro, menegaskan bahwa perhatian publik dan media kini akan secara mutlak tertuju pada pelatih.
Xabi Alonso: Pilihan Taktis dan Minimnya Opsi Skuad
Menurut Juan Castro, meskipun Xabi Alonso akan menjadi target utama kritik, pelatih tersebut sejatinya tidak memiliki banyak solusi mengingat kondisi skuad saat ini.
“Saya pikir orang-orang akan banyak membahas Xabi Alonso, juga media akan banyak membicarakan Xabi,” kata Castro di BBC.
“Saya rasa mereka tak banyak hal yang bisa dilakukan Xabi yang belum dilakukan hari ini.”
Castro mencontohkan upaya Alonso yang mencoba segalanya, termasuk memberi kesempatan kepada pemain muda seperti Endrick dan Brahim Diaz.
Alonso juga terpaksa bereksperimen di lini belakang karena minimnya opsi. Ia bahkan memuji Rodrygo, yang jarang dimainkan belakangan ini, sebagai salah satu pemain Real Madrid terbaik di lapangan.
Badai Cedera dan Sorotan pada Konstruksi Skuad
Kondisi skuad yang compang-camping akibat badai cedera menjadi alasan utama mengapa Castro merasa kritik yang terlalu keras terhadap Alonso tidak sepenuhnya adil.
Los Blancos kehilangan tujuh hingga delapan pemain akibat cedera, termasuk potensi kehadiran Kylian Mbappe yang diharapkan mengisi kekosongan.
“Dia tak mempunyai Mbappe, dia mempunyai tujuh sampai delapan pemain yang cedera. Saya rasa tak ada banyak solusi untuk Xabi Alonso,” tambah Castro.
Lebih lanjut, Castro mengalihkan sorotan kepada masalah yang lebih fundamental, yaitu pada tahap awal musim.
“Mungkin, kesalahannya di awal adalah dalam konstruksi skuad ini,” ujarnya.
Artinya, fokus kritik seharusnya tidak hanya tertuju pada keputusan taktis Alonso di lapangan, tetapi juga pada perencanaan dan kedalaman skuad yang dinilai kurang solid sejak awal musim.
Jalan Terjal Menuju Keseimbangan Tim
Kekalahan beruntun ini menempatkan Xabi Alonso dalam tekanan besar untuk segera menemukan keseimbangan dan kestabilan di tengah badai cedera.
Dengan harapan lolos ke fase berikutnya di Liga Champions dan kembali bersaing di La Liga, pelatih Spanyol itu harus cepat beradaptasi.
Laga-laga berikutnya di Bernabeu akan menjadi ujian mentalitas bagi Los Blancos dan penentu nasib bagi Xabi Alonso.









