WWW.PASJABAR.COM – Tempat-tempat wisata dan hiburan di Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Bali, dan Surabaya menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin menghabiskan libur Tahun Baru 2026 bersama keluarga dan orang terdekat. Untuk membantu perencanaan perjalanan akhir tahun, Gojek menghadirkan fitur Rekomendasi Destinasi yang disusun berdasarkan tren lokal dan perjalanan populer di aplikasinya.
Dilansir dari ANTARA, Kepala Pemasaran Transportasi Gojek, Mario Alvin, mengatakan bahwa rekomendasi tersebut mencakup berbagai pilihan tempat kuliner, museum, pusat perbelanjaan, hingga sentra kerajinan di lima kota tujuan wisata utama tersebut. Menurutnya, inisiatif ini dihadirkan agar masyarakat dapat menikmati liburan dengan lebih praktis dan sesuai minat.
Bagi masyarakat yang berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, Gojek merekomendasikan wisata kuliner di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yang dikenal dengan jajanan viralnya. Selain itu, aktivitas keluarga di Scientia Square Park, Tangerang. Serta menikmati suasana pantai di Aloha PIK, Jakarta Utara, juga menjadi pilihan favorit.
Wisata Budaya dan Pengalaman Lokal Jadi Daya Tarik
Untuk wisatawan yang ingin mengeksplorasi budaya dan sejarah, Bandung menawarkan Museum Konferensi Asia Afrika, Grey Art Gallery di kawasan Braga, Museum Srihadi Soedarsono, serta kuliner khas Sunda seperti Dumuk Bareto. Sementara itu, Yogyakarta tetap menjadi destinasi unggulan dengan jajanan tradisional Lupis Mba Satinem, Museum Gunung Merapi. Ullen Sentalu & Art Museum, Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, hingga Keraton Ratu Boko.
Di Bali, wisatawan dapat memilih Bali Purma Workshop sebagai tempat belajar kerajinan. Serta mengunjungi Neka Art Museum dan Tegallalang Rice Terrace untuk menikmati seni dan keindahan alam. Adapun di Surabaya, Museum H.O.S. Tjokroaminoto dan Siola Surabaya Museum direkomendasikan bagi pencinta wisata sejarah.
Mario menambahkan, destinasi yang sebelumnya hanya menjadi tempat singgah kini semakin diminati wisatawan. Yang ingin mencari pengalaman berbeda dan lebih autentik. Tren tersebut menunjukkan meningkatnya minat terhadap wisata yang dekat dengan budaya lokal.
“Kami berharap masyarakat dapat menemukan destinasi baru dan menikmati liburan yang nyaman tanpa ribet,” ujar Mario. (han)












