CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM – Seorang tukang cukur menjadi korban aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok geng motor di kawasan Ciawitali, Kota Cimahi, Jawa Barat. Aksi brutal tersebut sempat terekam kamera CCTV dan viral di media sosial, sehingga memicu perhatian publik dan aparat kepolisian.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi saat korban berinisial A hendak pulang ke rumah. Saat itu, sepeda motor yang digunakan korban mengalami mogok sehingga ia terpaksa berjalan kaki. Tanpa diduga, korban justru diserang oleh sekelompok geng motor yang melintas di lokasi kejadian.
Polisi bergerak cepat menindaklanjuti kasus tersebut. Tim Resmob Satreskrim Polres Cimahi berhasil menangkap dua pelaku berinisial DK dan S di tempat persembunyian mereka di wilayah Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan.
Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adiputra mengatakan, aksi kekerasan tersebut dilakukan secara acak oleh para pelaku yang sebelumnya mengonsumsi minuman keras.
“Para pelaku ini dalam kondisi terpengaruh minuman keras dan melakukan penyerangan terhadap warga yang dianggap lemah secara random. Korban diserang menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka di bagian kepala dan tubuh,” ujar AKBP Niko N. Adiputra.
Korban Masih Dirawat, Pelaku Terancam Hukuman Berat
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam aksi geng motor tersebut.
AKBP Niko menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aksi geng motor yang meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polres Cimahi.
“Kami akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan jalanan. Para pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku agar menimbulkan efek jera,” tegasnya.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal penganiayaan berat dan terancam hukuman di atas lima tahun penjara. Polisi juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta peran aktif masyarakat dalam mencegah aksi kriminal, khususnya yang melibatkan geng motor di wilayah perkotaan. (uby)












