LONDON, WWW.PASJABAR.COM – Fenomena pertumbuhan pesat Saudi Pro League (SPL) terus menjadi sorotan dunia. Setelah sukses memboyong megabintang seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, hingga Neymar, kini arah kebijakan transfer klub-klub Arab Saudi mulai bergeser ke arah yang lebih strategis.
Media ternama Inggris, The Guardian, menyoroti bahwa selain mengejar pemain top Eropa, klub-klub Arab Saudi kini melirik talenta dari negara dengan populasi besar, di mana Indonesia menempati posisi puncak sebagai target potensial.
Perekrutan pemain dari Indonesia dinilai bukan sekadar masalah teknis di lapangan hijau.
Melainkan sebuah langkah bisnis dan diplomasi sepak bola yang cerdas.
Sebagai negara dengan basis penggemar sepak bola salah satu yang paling militan di dunia, kehadiran pemain berlabel Timnas Indonesia di Arab Saudi diyakini akan memberikan dampak instan pada aspek eksposur dan pengaruh global liga tersebut.
Efek Mohamed Salah dan Pencarian Identitas Saudi Pro League
Dalam kolom yang ditulis oleh John Duerden di The Guardian, Rabu (24/12/2025), fokus utama SPL saat ini adalah mendatangkan Mohamed Salah.
Penyerang Liverpool asal Mesir tersebut dianggap sebagai ikon sepak bola Arab terbaik sepanjang masa.
Kedatangan Salah dipercaya akan membawa identitas SPL ke level baru, melampaui popularitas yang telah dibangun oleh deretan bintang non-Arab sebelumnya.
“Menarik Salah akan menjadi langkah besar bagi Liga Arab Saudi yang sedang mencari identitas,” tulis Duerden.
Namun, di balik pengejaran Salah, Duerden menekankan pentingnya bagi klub-klub Saudi untuk memperluas jangkauan mereka ke wilayah dengan populasi masif.
Seperti India, China, dan khususnya Indonesia.
Kehadiran pemain dari negara-negara ini akan membuka keran pengikut media sosial dalam skala jutaan secara instan.
Indonesia: Pasar Raksasa dan Kedekatan Emosional Muslim Dunia
Indonesia memiliki nilai tawar unik di mata Arab Saudi dibandingkan dengan India atau China.
Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, prospek pemain “Garuda” merumput di “Tanah Suci” memiliki resonansi emosional yang sangat kuat.
Hal ini menciptakan hubungan simbiosis; Arab Saudi mendapatkan jutaan pengikut media sosial baru, sementara pemain Indonesia mendapatkan panggung di salah satu liga paling kompetitif di Asia.
Duerden menegaskan bahwa strategi ini merupakan cara tercepat untuk mendongkrak popularitas SPL di kawasan Asia Tenggara.
“Merekrut pemain Indonesia, sebagai contoh, akan menambahkan jutaan pengikut media sosial,” tulisnya.
Dengan gairah sepak bola Indonesia yang tak tertandingi, setiap unggahan terkait pemain Indonesia dipastikan akan mendominasi interaksi digital, yang merupakan aset berharga bagi sponsor dan hak siar liga.
Jay Idzes hingga Rizky Ridho: Kandidat Kuat Pengisi Skuad SPL
Kabar baiknya, kualitas individu pemain Timnas Indonesia kini sudah berada di level yang sangat kompetitif.
The Guardian menyadari bahwa saat ini skuad Garuda dihuni oleh pemain-pemain yang merumput di kasta tertinggi Eropa.
Nama-nama seperti Jay Idzes (Serie A Italia), Calvin Verdonk (Eredivisie Belanda), dan Kevin Diks (Bundesliga Jerman) adalah profil pemain internasional yang secara teknis sangat mumpuni untuk bersaing di Saudi Pro League.
Namun, jika klub-klub Arab Saudi mencari talenta asli produk lokal Indonesia yang juga seorang muslim, nama Rizky Ridho muncul sebagai kandidat terdepan.
Ridho dinilai sudah sangat layak untuk career abroad dan memiliki kedekatan religius yang akan memudahkan adaptasinya di Arab Saudi.
Profil Ridho sebagai bek modern yang tenang dan disiplin bisa menjadi investasi menarik bagi klub-klub seperti Al-Nassr, Al-Hilal, atau Al-Ittihad.
Masa Depan Pemain Garuda di Saudi Pro League
Pertanyaannya kini bukan lagi “apakah”, melainkan “siapa” dan “kapan”.
Hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dan Arab Saudi sangat erat.
Sehingga perpindahan pemain lintas benua ini hanya tinggal menunggu momentum.
Langkah ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi sepak bola Indonesia.
Dimana pemain kita tidak hanya bersaing secara teknis, tetapi juga menjadi duta bangsa di liga yang dihuni oleh para pemenang Ballon d’Or.
Jika Saudi Pro League benar-benar menjalankan rekomendasi The Guardian.
Maka dalam waktu dekat kita mungkin akan melihat bendera Merah Putih berkibar di stadion-stadion megah Riyadh atau Jeddah.
Ini adalah kesempatan emas bagi pemain Indonesia untuk mencicipi atmosfer sepak bola kelas dunia sekaligus meningkatkan standar permainan nasional di kancah internasional.












