BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menanggapi keluhan warga terkait akses di kawasan Flyover Nurtanio yang hingga kini masih ditutup sebagian.
Farhan memastikan penutupan tersebut bersifat sementara sambil menunggu penyelesaian kelengkapan fasilitas jalan pendukung flyover.
Farhan mengaku telah meninjau langsung kondisi flyover tersebut dan melihat masih adanya jalur yang belum bisa difungsikan sepenuhnya.
Menurutnya, meski belum rampung 100 persen, keberadaan flyover sudah memberikan dampak positif terhadap kelancaran lalu lintas, khususnya saat arus Natal dan Tahun Baru lalu.
“Semalam saya lihat separonya masih ditutup karena kelengkapan jalan masih belum selesai. Tapi sejauh ini sudah banyak membantu, terutama selama arus Natal dan Tahun Baru,” ujar Farhan.
Ia menjelaskan, pemerintah kota tidak ingin terburu-buru membuka seluruh akses sebelum seluruh aspek keselamatan pengguna jalan benar-benar terpenuhi. Oleh karena itu, penutupan sebagian jalur dilakukan sebagai langkah antisipatif.
Usulan JPO Akan Dikaji dari Aspek Teknis dan Keselamatan
Selain persoalan akses kendaraan, Farhan menyebut banyak masukan dari masyarakat terkait kebutuhan fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki di kawasan Flyover Nurtanio.
Salah satu usulan yang mengemuka adalah pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk melintasi jalur kereta api di sekitar flyover.
“Alhamdulillah ada beberapa masukan dari warga, katanya minta dibikinin jembatan penyeberangan. Itu akan kita pikirkan,” katanya.
Namun demikian, Farhan menegaskan bahwa usulan tersebut tidak bisa langsung direalisasikan tanpa kajian mendalam. Ia menyebut, secara teknis pembangunan JPO di kawasan tersebut cukup menantang karena harus dibangun sejajar dengan flyover agar dapat melintasi jalur kereta api.
“Masalahnya tingginya sangat tinggi karena harus sejajar dengan flyover. JPO-nya harus benar-benar menyeberangi kereta api,” pungkas Farhan.
Pemerintah Kota Bandung, lanjut Farhan, akan melibatkan kajian teknis dari dinas terkait guna memastikan setiap keputusan pembangunan tidak hanya memenuhi kebutuhan warga, tetapi juga mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. (rif)












