WWW.PASJABAR.COM – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat sejumlah harga komoditas pangan strategis masih berada pada level tinggi pada Kamis, bertepatan dengan Hari Natal 2025.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 07.35 WIB, dilansir dari ANTARA, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp73.050 per kilogram, sementara telur ayam ras berada di angka Rp33.050 per kilogram di tingkat pedagang eceran nasional.
Selain cabai rawit merah dan telur ayam ras, sejumlah komoditas pangan lainnya juga menunjukkan harga yang relatif tinggi.
Bawang merah tercatat di harga Rp52.300 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp40.250 per kilogram. Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi selama momentum libur Natal dan akhir tahun.
Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat beras kualitas bawah I dijual seharga Rp14.400 per kilogram dan kualitas bawah II Rp14.350 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas medium I berada di harga Rp15.900 per kilogram dan medium II Rp15.800 per kilogram.
Adapun beras kualitas super I tercatat Rp17.100 per kilogram dan super II Rp16.650 per kilogram.
Cabai dan Daging Masih Jadi Penyumbang Inflasi Pangan
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar tercatat Rp51.600 per kilogram, cabai merah keriting Rp54.950 per kilogram, serta cabai rawit hijau mencapai Rp62.300 per kilogram.
Komoditas protein hewani juga menunjukkan harga tinggi, seperti daging ayam ras di angka Rp41.700 per kilogram. Sementara daging sapi kualitas I tercatat Rp142.150 per kilogram dan kualitas II Rp134.400 per kilogram.
Seorang pedagang bahan pangan di Jakarta, Rudi, menyebut tingginya harga dipengaruhi oleh peningkatan permintaan jelang libur panjang. “Menjelang Natal dan Tahun Baru, permintaan biasanya naik, terutama cabai dan daging, sehingga harga ikut terdorong,” ujarnya.
Sementara itu, komoditas gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.800 per kilogram dan gula pasir lokal Rp18.200 per kilogram. Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah berada di angka Rp18.850 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp22.500 per liter, serta kemasan bermerek II Rp21.550 per liter.
Pemerintah diharapkan terus melakukan pemantauan dan langkah stabilisasi harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga hingga memasuki awal tahun 2026. (han)












