MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Manchester United sejatinya tengah berada dalam tren permainan yang lebih positif sejak kedatangan Ruben Amorim. Namun, kemajuan performa ini kini dibayangi oleh awan mendung setelah kekalahan menyakitkan dari Aston Villa pada pekan ke-17 Premier League. Kekalahan tersebut tidak hanya membuat United tertinggal 13 poin dari pemuncak klasemen, Arsenal, tetapi juga memakan korban jiwa permainan mereka: Bruno Fernandes Cedera.
Tidak dapat dimungkiri bahwa di bawah asuhan pelatih asal Portugal tersebut, The Red Devils menggerakkan bola jauh lebih cepat dan memiliki tujuan permainan yang lebih jelas dibandingkan era Erik ten Hag.
Sang kapten terpaksa ditarik keluar akibat cedera hamstring sesaat sebelum jeda babak pertama.
Kehilangan Fernandes di periode krusial ini diprediksi akan menjadi “bencana besar” yang bisa menggagalkan ambisi United untuk kembali ke papan atas Eropa musim ini.
Bruno Fernandes Cedera : Maestro yang Tak Tergantikan
Pentingnya peran Bruno Fernandes bagi Manchester United tidak bisa dilebih-lebihkan.
Musim ini, meski ditarik lebih dalam ke peran gelandang bertahan dalam skema 3-4-3 Amorim, ia tetap mengoleksi 12 kontribusi gol—unggul jauh dari pemain United lainnya.
Fernandes adalah pusat gravitasi permainan; dialah pencipta peluang utama sekaligus pemimpin yang menuntut standar tertinggi dari rekan-rekannya di lapangan.
Kekhawatiran Amorim sangat beralasan ketika ia menyebut cedera ini “aneh” dan diperkirakan akan memakan waktu pemulihan yang cukup lama.
Mengingat rekam medis Fernandes yang hampir selalu bugar selama enam tahun di klub, absensi kali ini menjadi sinyal bahaya.
Tanpa Fernandes, United kehilangan kompas di lini tengah, dan sejarah menunjukkan bahwa kreativitas tim menurun drastis saat sang maestro absen dari daftar susunan pemain.
Badai Cedera dan Krisis Skuad Akibat Piala Afrika (AFCON)
Masalah Ruben Amorim tidak berhenti pada cederanya Fernandes. United kini menghadapi krisis kedalaman skuad yang sangat serius.
Di lini belakang, Matthijs de Ligt dan Harry Maguire masih berada di ruang perawatan.
Sektor tengah pun semakin tipis dengan absennya Kobbie Mainoo akibat masalah betis, yang ironisnya, sejauh ini belum benar-benar masuk dalam skema taktis utama Amorim.
Kondisi ini diperparah dengan keberangkatan tiga pemain kunci untuk tugas internasional di Piala Afrika (AFCON) 2025.
Bryan Mbeumo, Amad Diallo, dan Noussair Mazraoui dipastikan absen setidaknya hingga awal Januari 2026.
Dengan hilangnya para pemain sayap dan bek sayap utama tersebut, Amorim dipaksa untuk memeras tenaga skuad yang tersisa hingga batas maksimal, termasuk memberikan beban lebih kepada pemain muda seperti Jack Fletcher dan Shea Lacey.
Cedera Bruno Fernandes, Harapan pada Kembalinya Casemiro di Laga Boxing Day
Satu-satunya titik terang bagi Manchester United adalah kembalinya Casemiro untuk laga Boxing Day melawan Newcastle United.
Gelandang veteran Brasil tersebut absen saat melawan Villa karena akumulasi kartu kuning.
Musim ini, Casemiro tampil lebih disiplin dalam tugas bertahannya dan sering menjadi inisiator transisi cepat melalui kemampuan umpan panjangnya yang akurat.
Namun, mengandalkan Casemiro saja tidak cukup. Pada usia 33 tahun, ia tidak lagi memiliki mobilitas sehebat dahulu untuk mengover seluruh area lini tengah.
Pertanyaan besar bagi Amorim adalah siapa yang akan menjadi pasangan ideal bagi Casemiro di tengah absennya Fernandes dan Mainoo.
Lisandro Martinez sempat dicoba sebagai gelandang darurat, namun ia tetaplah seorang bek murni yang kurang memiliki daya cipta untuk membongkar pertahanan lawan yang rapat.
Pertaruhan Kepercayaan Sir Jim Ratcliffe Terhadap Amorim
Situasi suram ini menempatkan pemilik United, Sir Jim Ratcliffe, dalam posisi sulit.
Meskipun sebelumnya Ratcliffe menyatakan ingin memberikan waktu tiga tahun bagi Amorim untuk membuktikan diri, hasil di lapangan tetap menjadi penentu utama.
Dengan hanya mengantongi dua kemenangan dalam delapan laga terakhir, konsistensi masih menjadi barang langka di Old Trafford.
Tanpa Fernandes, Mbeumo, dan Amad, tantangan Amorim untuk menjaga asa ke Liga Champions musim depan terasa seperti sebuah misi mustahil.
Jika performa tim terus merosot tajam selama Januari, tekanan kepada Ratcliffe untuk mengevaluasi proyek Amorim lebih awal akan semakin kencang.
Manchester United kini berada di persimpangan jalan: mampukah sistem Amorim bertahan tanpa pilar-pilar utamanya, ataukah cedera Bruno Fernandes akan menjadi awal dari keruntuhan musim mereka?












