BANGKOK, WWW.PASJABAR.COM – Perhelatan SEA Games 2025 Thailand telah melahirkan bintang baru bagi kontingen Indonesia. Nama Martina Ayu Pratiwi kini menjadi buah bibir setelah tampil dominan di berbagai nomor endurance multisport.
Atlet muda berbakat ini secara spektakuler berhasil mengantongi total tujuh medali.
Sebuah pencapaian luar biasa yang mengukuhkan dirinya sebagai atlet tersukses Indonesia pada ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
Keberhasilan Martina bukan sekadar angka di papan skor; koleksi medali yang terdiri dari lima emas dan dua perak menjadi kunci penting dalam membantu Indonesia mengunci posisi runner-up di klasemen akhir.
Julukan “Ratu Triathlon Indonesia” pun kini melekat erat pada dirinya, menggambarkan ketangguhan fisik dan mental yang ia tunjukkan di setiap lintasan lomba, mulai dari renang, sepeda, hingga lari.
Transformasi Karier: Dari Lintasan Renang Menuju Puncak Triathlon
Lahir di Magetan pada tahun 2004 dan besar di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Martina tidak langsung terjun ke dunia triathlon.
Karier olahraganya bermula dari kolam renang. Sebagai mantan atlet renang, Martina memiliki dasar stamina dan teknik pernapasan yang kuat, yang kemudian ia asah lebih dalam saat beralih ke cabang endurance multisport.
Peralihan disiplin ini terbukti menjadi langkah jenius. Di dunia triathlon, duathlon, dan aquathlon, kemampuan renangnya memberikan keunggulan kompetitif sejak awal perlombaan.
Keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba tantangan multisport menunjukkan visi besar Martina untuk bersaing di level yang lebih tinggi, di mana ketahanan fisik menjadi hukum yang absolut.
Dominasi Total di SEA Games 2025 Thailand
Pada gelaran SEA Games kali ini, Martina tampil di tiga cabang olahraga berbeda dengan performa yang nyaris sempurna.
Emas paling bergengsi ia raih dari nomor Individual Putri Triathlon, yang juga menjadi medali emas ke-81 yang sangat krusial bagi posisi klasemen Indonesia.
Tidak berhenti di situ, ia juga membuktikan kualitasnya di cabang aquathlon dengan menyapu bersih emas di nomor estafet beregu, baik kategori campuran maupun putri.
Kerja sama tim Martina juga teruji di cabang duathlon. Bersama rekan setimnya, Eva Desiana dan Zahra Bulan, ia mempersembahkan medali emas di nomor team relay putri.
Dengan tambahan dua medali perak dari nomor beregu lainnya, Martina resmi dinobatkan sebagai pengumpul medali terbanyak bagi Merah Putih, mengungguli ribuan atlet lainnya dari berbagai cabang olahraga.
Seimbangkan Prestasi Akademik di Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Meski jadwal latihannya sangat padat, Martina Ayu Pratiwi tidak melupakan pentingnya pendidikan.
Alumnus SMA Negeri 1 Manyar, Gresik ini baru saja tercatat sebagai mahasiswi S1 program studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) per Agustus 2025.
Langkah ini menunjukkan bahwa Martina ingin memahami dunia olahraga secara teoretis dan saintifik, selain mempraktikkannya di lapangan.
Pilihan jurusan ini dinilai sangat tepat, karena ia dapat mengaplikasikan ilmu kepelatihan untuk meningkatkan performa pribadinya sendiri.
Dukungan dari pihak akademisi, khususnya Unesa, diharapkan mampu menjaga stabilitas karier Martina agar tetap berada di puncak performa hingga bertahun-tahun ke depan.
Aset Masa Depan Indonesia Menuju Panggung Asia
Sebelum mengguncang Thailand, Martina sebenarnya sudah memberikan sinyal bahaya bagi para pesaingnya di tingkat benua.
Ia pernah meraih peringkat ketiga dalam ajang Asian Triathlon Cup 2025 di Gamagori, Jepang.
Hasil tersebut membuktikan bahwa kapasitasnya bukan hanya terbatas di level regional Asia Tenggara, melainkan sudah mampu bersaing dengan atlet-atlet top dari Jepang dan Korea Selatan.
Dengan usia yang baru menginjak 21 tahun, perjalanan Martina masih sangat panjang.
Ia diproyeksikan menjadi tulang punggung Indonesia untuk ajang yang lebih besar seperti Asian Games hingga kualifikasi Olimpiade.
Konsistensi, kematangan mental, dan dukungan manajemen olahraga yang baik akan menjadi kunci bagi Martina untuk terus mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.










