WWW.PASJABAR.COM – Apple dikabarkan telah menyetujui kebijakan baru yang memungkinkan pemilik iPhone di Brasil mengunduh dan membeli aplikasi serta layanan digital di luar App Store. Langkah ini diambil setelah Apple mencapai kesepakatan dengan Dewan Administratif Pertahanan Ekonomi Brasil (CADE), lembaga yang menangani persaingan usaha dan antimonopoli di negara tersebut.
Dilaporkan GSM Arena pada Kamis waktu setempat, dilansir dari ANTARA, kesepakatan tersebut merupakan hasil dari investigasi panjang yang dimulai sejak Desember 2022. CADE sebelumnya menyelidiki praktik Apple yang dinilai membatasi pengembang dan konsumen dengan mewajibkan seluruh transaksi digital dilakukan melalui App Store.
Berdasarkan perjanjian yang telah disetujui, Apple diberikan waktu 105 hari untuk menerapkan perubahan sistem pembelian aplikasi dan layanan digital di perangkat iOS di Brasil. Perjanjian ini akan berlaku selama tiga tahun dan mengikat kedua belah pihak.
Dampak bagi Pengembang dan Pengguna
Dalam kesepakatan tersebut, Apple akan mengizinkan pengembang aplikasi untuk menawarkan metode pembayaran di luar App Store serta membuka peluang hadirnya toko aplikasi pihak ketiga di ekosistem iOS Brasil. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan persaingan yang lebih sehat serta memberikan pilihan yang lebih luas bagi pengguna iPhone.
“Kesepakatan ini membuka ruang bagi pengembang untuk berinovasi dan menawarkan opsi pembayaran yang lebih fleksibel kepada konsumen,” demikian pernyataan CADE sebagaimana dikutip media setempat.
Langkah Apple di Brasil ini mengikuti tren global yang sebelumnya dimulai di Uni Eropa. Melalui Digital Markets Act (DMA), Uni Eropa menjadi pihak pertama yang memaksa Apple membuka sistem tertutup. Atau walled garden yang selama ini membatasi distribusi aplikasi dan metode pembayaran.
Keberhasilan regulasi di Eropa mendorong negara lain, termasuk Brasil. Untuk mengambil langkah serupa dalam mengawasi dominasi perusahaan teknologi besar. Dengan adanya perubahan ini, Brasil menjadi salah satu pasar besar yang berhasil menekan Apple. Agar menyesuaikan kebijakan bisnisnya dengan prinsip persaingan usaha yang lebih adil.
Ke depan, kebijakan ini diperkirakan akan menjadi preseden. Bagi negara lain di Amerika Latin dan wilayah lain yang tengah mengkaji regulasi serupa terhadap ekosistem digital Apple. (han)












