WWW.PASJABAR.COM – Dokter gigi spesialis periodonsia mengingatkan bahwa kondisi gigi goyang pada orang dewasa tidak boleh dianggap sepele. Gigi yang terasa longgar dapat menjadi tanda adanya gangguan serius pada jaringan gusi dan tulang penyangga gigi yang berisiko berujung pada kehilangan gigi permanen.
Dokter gigi spesialis periodonsia dari Bethsaida Hospital Dental Center Gading Serpong, drg. R. A. Syanti W. Astuty, Sp.Perio, FISID, M.M., menegaskan bahwa gigi orang dewasa seharusnya berada dalam kondisi stabil. Ketika gigi mulai goyang, hal tersebut menandakan adanya peradangan atau kerusakan jaringan pendukung.
“Gigi yang goyang adalah sinyal dari tubuh bahwa ada masalah serius dengan gusi dan tulang penyangga gigi,” ujar drg. Syanti dalam keterangan persnya, Jumat.
Menurutnya, pada orang dewasa, penyebab paling umum gigi goyang adalah penyakit gusi atau periodontitis yang menyerang jaringan penyangga gigi. Penyakit ini menyebabkan kerusakan bertahap pada gusi dan tulang rahang, sehingga gigi kehilangan penopangnya.
Penyebab dan Penanganan Gigi Goyang
Selain penyakit gusi, gigi goyang juga dapat dipicu oleh trauma akibat kecelakaan, kebiasaan menggertakkan gigi atau bruxism, serta penyakit sistemik seperti diabetes melitus yang tidak terkontrol. Faktor-faktor tersebut dapat mempercepat kerusakan jaringan pendukung gigi dan meningkatkan risiko gigi tanggal.
“Terapi yang tepat dapat mencegah kerusakan jaringan gusi dan tulang lebih lanjut,” jelas drg. Syanti.
Untuk menangani kondisi ini, dokter gigi perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh guna mengetahui tingkat keparahan serta penyebab gigi goyang. Penanganan dapat berupa pembersihan karang gigi atau scaling, tindakan stabilisasi gigi (splinting), hingga operasi periodontal pada kasus tertentu.
“Pemeriksaan dan perawatan sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi gigi goyang berkembang menjadi kehilangan gigi permanen,” katanya.
Selain perawatan medis, pasien juga dianjurkan menjaga kebersihan gigi dan mulut di rumah, seperti menyikat gigi dengan teknik yang benar, menggunakan benang gigi, menghindari kebiasaan menggigit benda keras, serta mengonsumsi makanan bertekstur lunak untuk mengurangi tekanan pada gigi bermasalah. (han)












