TERNATE, WWW.PASJABAR.COM – Drama luar biasa terjadi di penghujung tahun 2025 dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026. Borneo FC Samarinda yang selama ini kokoh berada di puncak klasemen, secara mengejutkan harus tumbang di tangan Malut United dengan skor tipis 2-3 pada laga yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Minggu (28/12).
Kekalahan ini menjadi berkah luar biasa bagi Persib Bandung yang sehari sebelumnya sukses mengamankan tiga poin atas PSM Makassar.
Hasil minor yang didapat “Pesut Etam” di Ternate memastikan terjadinya pergantian kepemimpinan di singgasana klasemen.
Persib Bandung kini resmi menjadi penguasa baru puncak klasemen sementara Super League.
Meskipun kedua tim memiliki poin yang sama, yakni 34 poin, Maung Bandung berhak berada di posisi teratas berkat keunggulan selisih gol yang lebih baik dibandingkan rivalnya tersebut.
Drama di Ternate: Kekalahan Menyesakkan Borneo FC
Borneo FC sebenarnya mengawali laga kontra Malut United dengan sangat meyakinkan melalui gol cepat Juan Villa. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga akhir laga.
Pasukan Pieter Huistra harus mengakui keuletan tuan rumah yang tampil tanpa beban di hadapan pendukungnya sendiri.
Gol dramatis Gustavo Franca di masa injury time menjadi penentu jatuhnya takhta Borneo FC.
Kekalahan ini tergolong menyakitkan bagi Borneo FC, mengingat mereka sempat unggul dua kali dalam pertandingan tersebut.
Kehilangan konsentrasi di menit-menit krusial membuat mereka pulang dengan tangan hampa.
Kini, Borneo harus rela turun ke peringkat kedua dan mengevaluasi lini pertahanan mereka yang kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan, sebuah catatan yang jarang terjadi bagi tim konsisten seperti mereka.
Persib Bandung Memanfaatkan Momentum dengan Sempurna
Di sisi lain, Persib Bandung menunjukkan mentalitas juara yang sangat kuat. Melalui gol tunggal Andrew Jung saat menghadapi PSM Makassar di Stadion GBLA, tim asuhan Bojan Hodak berhasil memberikan tekanan besar kepada Borneo FC.
Kemenangan tipis namun krusial tersebut menjadi fondasi utama yang membawa Persib mengudeta posisi puncak.
Keberhasilan Persib memuncaki klasemen adalah buah dari konsistensi mereka dalam beberapa laga terakhir.
Di bawah arahan taktik Bojan Hodak, Maung Bandung bertransformasi menjadi tim yang sangat sulit ditembus, terutama di sektor pertahanan. Dengan modal 34 poin, Persib kini memegang kendali persaingan menuju gelar juara putaran pertama musim 2025/2026.
Statistik Papan Atas: Persib Unggul Selisih Gol
Hingga pekan ini, persaingan di papan atas Super League menjadi yang paling panas dalam beberapa tahun terakhir. Berikut adalah gambaran singkat posisi tiga besar klasemen saat ini:
-
Persib Bandung: 34 Poin (Unggul Selisih Gol)
-
Borneo FC: 34 Poin
-
Malut United: 31 Poin
Persib Bandung memiliki agregat gol yang lebih produktif dibandingkan Borneo FC, yang membuat mereka berhak duduk di posisi pertama meskipun perolehan poinnya identik.
Sementara itu, Malut United yang baru saja menumbangkan Borneo FC, kini menguntit di posisi ketiga dengan selisih hanya tiga poin, menambah daftar penantang gelar juara musim ini.
Menatap Paruh Musim: Ujian Konsistensi Sang Penguasa Baru
Menjadi pemimpin klasemen di akhir tahun tentu memberikan kepercayaan diri tinggi bagi skuad Persib Bandung.
Namun, Bojan Hodak dan anak asuhnya tidak boleh terbuai. Masih ada laga-laga berat di depan, termasuk duel klasik melawan Persija Jakarta yang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi status mereka sebagai pemuncak klasemen.
Bagi Borneo FC, kehilangan puncak klasemen di laga ke-15 menjadi sinyal waspada bahwa setiap kesalahan kecil akan dibayar mahal oleh para pesaingnya.
Kini, beban berat berada di pundak Persib Bandung untuk mempertahankan posisi mereka dari kejaran tim-tim lain yang mulai menunjukkan performa meningkat. Persaingan gelar juara Super League 2025/2026 dipastikan akan terus memanas hingga pekan terakhir.












