BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kemenangan tipis 1-0 Persib Bandung atas PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (27/12/2025), menyisakan cerita menarik di luar gol tunggal Andrew Jung. Perhatian ribuan Bobotoh tertuju pada sosok Eliano Reijnders yang tampil “ngabret” .
Gelandang kreatif tersebut tampil dengan determinasi luar biasa yang oleh para pendukung setia Persib dijuluki sebagai penampilan yang “ngabret”—istilah Sunda yang menggambarkan kecepatan, tenaga, dan semangat yang meledak-ledak.
Penampilan Eliano malam itu seolah membuktikan bahwa ia memiliki “tiga paru-paru”.
Sejak peluit awal dibunyikan, adik dari bintang Manchester City, Tijjani Reijnders, ini menjelajahi setiap jengkal lapangan.
Ia tidak hanya menjadi kreator serangan, tetapi juga menjadi pemain pertama yang memutus aliran bola lawan dengan tekel-tekel bersih maupun benturan fisik yang keras.
Eksplosif di GBLA: Definisi ‘Ngabret’ Versi Eliano Reijnders
Istilah “ngabret” yang disematkan Bobotoh bukan tanpa alasan. Eliano menunjukkan daya jelajah yang sangat tinggi sepanjang 90 menit pertandingan.
Ia terlihat menyisir sisi sayap, masuk ke jantung pertahanan lawan, hingga turun jauh ke belakang untuk membantu lini pertahanan saat PSM Makassar melancarkan serangan balik kilat.
Intensitas permainan Eliano malam itu benar-benar “menyala”. Tidak jarang ia harus beradu fisik dengan para pemain Juku Eja yang memang dikenal mengandalkan gaya main keras.
Ketangguhan mental dan fisik Eliano menjadi kunci stabilitas lini tengah Persib, membuat pemain lawan kesulitan mengembangkan permainan di area tengah lapangan.
Momen Panas: Hampir Baku Hantam di Tengah Laga
Agresivitas Eliano mencapai puncaknya pada sebuah momen di babak kedua ketika tensi pertandingan meningkat.
Eliano terlibat friksi panas dan nyaris baku hantam dengan salah satu pemain PSM Makassar setelah terjadi benturan keras.
Beruntung, wasit dan rekan setim dari kedua belah pihak dengan cepat melerai sebelum situasi semakin tidak terkendali.
Sikap temperamen yang jarang diperlihatkan Eliano ini justru mendapat simpati dari tribun penonton.
Bobotoh melihat hal tersebut sebagai bentuk kecintaan dan totalitas sang pemain untuk menjaga kehormatan lambang di dada.
Meski sempat memicu ketegangan, insiden tersebut membuktikan bahwa Eliano telah sepenuhnya beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Indonesia yang sarat dengan rivalitas dan adu fisik.
Pembelaan Bojan Hodak: Reaksi Normal Pemain yang Ingin Menang
Menanggapi penampilan anak asuhnya yang terlihat lebih emosional dan agresif, pelatih Bojan Hodak justru pasang badan.
Pelatih asal Kroasia tersebut menilai apa yang dilakukan Eliano adalah hal yang wajar bagi pemain yang bertanding di depan stadion yang penuh sesak oleh suporter.
Menurut Hodak, tekanan dan dukungan luar biasa dari Bobotoh secara alami memacu adrenalin pemain untuk memberikan yang terbaik.
“Setiap kali bermain dengan stadion yang terisi penuh, Anda mencoba melakukan yang terbaik. Jadi mungkin Eliano terlihat lebih agresif di mata kalian,” kata Bojan Hodak.
Ia menegaskan tidak ada yang salah dengan sikap tersebut selama masih dalam koridor sportivitas.
Bagi Hodak, agresivitas Eliano adalah refleksi dari keinginan kuat untuk membawa Persib meraih kemenangan dan puncaki klasemen.
Taktik Lawan dan Adaptasi Eliano terhadap Gaya Main PSM
Bojan Hodak juga menyoroti bahwa gaya main PSM Makassar yang mengandalkan fisik menjadi pemicu banyaknya benturan di lapangan.
PSM di bawah asuhan pelatih baru seringkali menerapkan strategi pressing ketat yang berujung pada banyaknya pelanggaran dan tekel keras.
Dalam situasi seperti itu, pemain seperti Eliano dituntut untuk tidak boleh kalah secara mental dan fisik.
“Mereka bermain dengan sedikit lebih banyak melakukan pelanggaran, jadi mungkin itulah alasan mengapa ini bisa terjadi. Bagi saya Eliano bermain normal,” jelas Hodak.
Dengan kemenangan ini dan performa militan dari Eliano, Persib Bandung menutup tahun 2025 dengan posisi yang sangat kuat di papan atas Super League, sekaligus menegaskan bahwa Eliano Reijnders kini telah menjadi idola baru yang siap “ngabret” demi gelar juara.












