JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Teka-teki mengenai suksesor kursi kepelatihan Timnas Indonesia mulai menemui titik terang. Media asal Kanada, Waking The Red, melaporkan bahwa mantan pelatih tim nasional Kanada, John Herdman, telah sepakat untuk menerima pinangan PSSI. Gaji John Herdman diperkirakan mencapai Rp8 miliar per tahun atau jauh dibawah gaji yang sebelumnya diberikan kepada Patrick Kluivert.
Herdman diproyeksikan akan menukangi skuad Garuda mulai tahun 2026 mendatang dengan target ambisius di kancah internasional.
Keputusan pelatih asal Inggris ini untuk merapat ke Asia Tenggara disebut-sebut dipengaruhi oleh faktor momentum dan penawaran finansial yang menarik dari PSSI.
“Uang dan waktu yang tepat tampaknya memainkan peran besar dalam kembalinya John Herdman ke manajemen internasional,” tulis laporan tersebut.
Kehadiran Herdman diharapkan mampu membawa pengalaman level dunia, mengingat rekam jejaknya yang sukses membawa timnas putri Kanada meraih medali perunggu di dua edisi Olimpiade.
Rincian Kontrak dan Gaji John Herdman di Skuad Garuda
Berdasarkan laporan jurnalis Kanada, Ben Steiner, John Herdman akan menerima gaji sebesar USD 40.000 atau sekitar Rp670,8 juta per bulan.
Jika diakumulasikan dalam satu tahun, pelatih berusia 50 tahun ini akan mengantongi pendapatan sebesar Rp8 miliar.
Nilai ini dianggap kompetitif untuk pelatih dengan reputasi internasional yang pernah merasakan atmosfer Piala Dunia.
PSSI kabarnya memberikan kontrak dengan skema 2+2 tahun. Artinya, Herdman memiliki masa jabatan awal selama dua tahun dengan opsi perpanjangan otomatis hingga tahun 2030 jika mampu memenuhi target yang ditetapkan.
Selama periode pertama kontraknya (dua tahun), Herdman akan menerima total bayaran sekitar Rp16,1 miliar. Jika bertahan hingga empat tahun, total pendapatan yang dikantongi bisa mencapai Rp32,2 miliar.
Tanggung Jawab Ganda: Tangani Tim Senior dan Timnas U-23
Tugas berat sudah menanti John Herdman di tanah air. Tidak seperti beberapa pelatih sebelumnya yang hanya fokus pada satu level usia, Herdman diberikan mandat untuk memegang dua tim sekaligus, yakni Timnas Indonesia Senior dan Timnas U-23.
Strategi ini diambil PSSI guna memastikan adanya kesinambungan taktik dan transisi pemain muda ke jenjang senior yang lebih mulus.
Jabatan ini juga mencakup tanggung jawab besar hingga akhir masa kepengurusan Presiden PSSI, Erick Thohir, pada tahun 2027.
Dengan memegang Timnas U-23, Herdman diharapkan bisa meloloskan Indonesia ke ajang bergengsi seperti Piala Asia U-23 hingga target kualifikasi Olimpiade di masa depan, sambil tetap menjaga performa tim senior di peringkat FIFA.
Perbandingan Gaji: Lebih Ekonomis Dibanding Era Patrick Kluivert
Menariknya, nilai kontrak John Herdman dilaporkan masih lebih murah jika dibandingkan dengan bayaran yang pernah diterima Patrick Kluivert.
Saat menangani Timnas Indonesia, legenda Belanda itu ditaksir menerima gaji antara Rp1,3 hingga Rp1,5 miliar per bulan, atau mencapai Rp18 miliar per tahun.
Perbedaan mencolok juga terlihat pada beban kerja. Patrick Kluivert hanya fokus pada tim senior dengan fasilitas hunian dan bonus yang sangat fantastis.
Sementara itu, John Herdman bersedia menerima tugas ganda (Senior dan U-23) dengan nilai kontrak yang lebih efisien bagi kas PSSI.
Sebagai informasi, pada era sebelumnya, posisi pelatih U-23 sempat dipisahkan dan dipegang oleh Gerald Vanenburg.
Misi Transformasi Sepak Bola Indonesia di Tahun 2026
Kedatangan John Herdman di tahun 2026 menandai babak baru bagi transformasi sepak bola nasional.
Dengan pengalaman menangani tim putra dan putri di level tertinggi, Herdman dikenal sebagai pelatih yang sangat mementingkan sains olahraga dan analisis data.
Pendekatannya yang modern diharapkan bisa meningkatkan level fisik dan mental para pemain Indonesia yang kini banyak berkarier di Eropa.
Dukungan finansial yang stabil dan durasi kontrak jangka panjang hingga 2030 menunjukkan kepercayaan diri PSSI terhadap visi Herdman.
Publik sepak bola tanah air kini menanti tangan dingin sang pelatih Inggris untuk membawa Garuda terbang lebih tinggi, terutama dalam upaya menembus kancah dunia di akhir dekade ini.












