MADRID, WWW.PASJABAR.COM – Bursa pebalap MotoGP diprediksi akan mulai memanas sejak seri pembuka musim depan. Salah satu topik yang paling menyita perhatian adalah masa depan Marc Marquez. Sejumlah pihak memprediksi jika Marc Marquez kembali ke Honda, usai mengalami cedera serius di Mandalika.
Meski baru saja merayakan kesuksesan besar bersama Ducati, nama pebalap berjuluk The Baby Alien tersebut mulai dikait-kaitkan dengan potensi kembali ke pelukan pabrikan yang membesarkan namanya, Honda.
Marquez saat ini masih terikat kontrak dengan Ducati hingga akhir musim 2026.
Namun, dinamika di paddock serta peningkatan performa motor Honda di akhir musim lalu memicu spekulasi, bahwa sang juara dunia sembilan kali itu bisa saja melakukan langkah mengejutkan sebelum masa baktinya di Ducati berakhir.
Musim Debut Spektakuler: Dominasi Total Marc Marquez di Ducati
Kepindahan Marc Marquez ke Ducati pada musim 2025 terbukti menjadi keputusan paling tepat dalam kariernya.
Pebalap berusia 32 tahun itu tampil sangat dominan dan spektakuler. Dari 18 seri yang diikuti, Marquez berhasil memenangi total 25 balapan (akumulasi sprint race dan balapan utama).
Catatan prestasinya sangat mencengangkan: ia menguasai 11 balapan Grand Prix, di mana 10 di antaranya berakhir dengan kemenangan sempurna, menyapu bersih podium tertinggi di sprint race sekaligus balapan utama pada akhir pekan yang sama.
Meski perjalanannya sempat terhenti di seri Mandalika akibat cedera, raihan titel kelas premier ketujuh (total 9 gelar juara dunia) sudah cukup membuktikan bahwa ia masih menjadi penguasa lintasan balap.
Sinyal Kebangkitan Honda dan Faktor Nostalgia, Marc Marquez kembali ke Honda?
Rumor kembalinya Marquez ke Honda kian menguat seiring dengan perbaikan performa motor RC213V di penghujung musim lalu.
Honda mulai menunjukkan tanda-tanda kompetitif setelah beberapa musim terpuruk.
Mengingat sejarah panjang sembilan tahun kebersamaan mereka, banyak pihak menilai Honda memiliki tempat istimewa di hati Marquez.
Dukungan finansial dan teknis yang masif dari pabrikan Jepang tersebut, ditambah dengan rasa “hutang budi” Marquez atas loyalitas Honda selama ia didera cedera panjang di masa lalu, menjadi bumbu utama rumor ini.
Pihak Ducati sendiri kabarnya sudah menyadari situasi ini dan sempat melontarkan keinginan untuk mengontrak Marquez hingga sang pebalap memutuskan pensiun.
Tanggapan Marc Marquez: Bahagia dengan Keadaan Saat Ini
Menanggapi gejolak di bursa pebalap, Marc Marquez memberikan pernyataan yang cukup diplomatis namun tegas.
Ia mengisyaratkan bahwa untuk saat ini, dirinya tidak memiliki alasan kuat untuk meninggalkan Ducati, tim yang telah memberinya motor kompetitif untuk kembali menjadi juara dunia.
“Kita akan melihat apa yang terjadi, tapi memang benar bahwa aku sangat bahagia di tempatku sekarang. Mengapa harus mengubah sesuatu yang sudah berhasil dan tempat di mana Anda merasa nyaman?” ujar Marquez kepada media Spanyol, AS.
Pernyataan ini seolah meredam spekulasi kepindahannya dalam waktu dekat, sembari menegaskan fokusnya untuk musim 2026.
Fokus Kesehatan dan Persiapan Menuju 2026
Bagi Marquez, hal terpenting saat ini bukanlah kontrak baru, melainkan kondisi fisik.
Cedera di Mandalika menjadi pengingat bahwa di level tertinggi, kesehatan adalah modal utama.
Ia menutup komentarnya dengan pesan penuh rasa terima kasih kepada para penggemar yang telah mendukungnya sepanjang tahun 2025.
“Sekarang waktunya berterima kasih kepada semua orang atas dukungan dan kasih sayang di 2025. Aku mengharapkan tahun 2026 yang membahagiakan bagi semua orang, dengan kesehatan sebaik mungkin, yang mana merupakan hal terpenting,” tutupnya.
Dengan komitmen yang masih kuat di Ducati, para rival dipastikan harus bekerja ekstra keras jika ingin meruntuhkan dominasi Marquez di musim balap mendatang.












