LONDON, WWW.PASJABAR.COM – Kabar mengejutkan datang dari Stamford Bridge di hari pertama tahun baru. Manajemen Chelsea dikabarkan sedang memproses pemecatan manajer mereka, Enzo Maresca. Enzo Maresca terancam dipecat menyusul hasil imbang mengecewakan 2-2 melawan Bournemouth yang diwarnai aksi protes keras dari para pendukung The Blues.
Situasi di internal klub dilaporkan semakin memanas setelah performa tim terjun bebas sejak November lalu.
Jika proses pemutusan kontrak selesai pada Kamis (1/1/2026) waktu setempat, Chelsea kemungkinan besar akan dipimpin oleh manajer interim saat harus bertandang ke markas Manchester City pada awal pekan depan.
Cemoohan Fans dan Absensi Misterius, Enzo Maresca Segera Dipecat
Puncak kekecewaan pendukung Chelsea meledak saat laga melawan Bournemouth dua hari lalu. Maresca menjadi sasaran cemoohan langsung dari tribun karena dianggap gagal menjaga konsistensi tim.
Menariknya, pasca-laga tersebut, Maresca tidak menampakkan diri dalam sesi jumpa pers dengan alasan “tidak enak badan”.
Namun, laporan internal menyebutkan bahwa absennya Maresca bukan karena masalah kesehatan fisik, melainkan karena ia tengah melakukan pembicaraan krusial mengenai kelanjutan kariernya.
Tekanan publik semakin besar mengingat Chelsea hanya mampu memetik satu kemenangan dari tujuh laga terakhir di Liga Inggris.
Statistik Buruk: “Raja” Buang-Buang Poin
Ada alasan kuat mengapa manajemen mulai kehilangan kesabaran.
Musim ini, Chelsea mencatatkan statistik mengkhawatirkan dengan menjadi tim yang paling sering kehilangan poin saat sudah dalam posisi unggul.
Tercatat, sebanyak 15 poin terbuang percuma dari situasi memimpin laga.
Akibat tren negatif ini, posisi Chelsea di klasemen Premier League harus melorot ke peringkat kelima dengan 30 poin, disalip oleh Liverpool yang tampil lebih konsisten.
Hal ini memicu ketidakpuasan mendalam dari salah satu co-owner Chelsea, Behdad Eghbali, yang dikabarkan tidak lagi harmonis dengan Maresca.
Negosiasi Kompensasi Kontrak yang Rumit
Kendala utama dalam proses pemecatan ini adalah durasi kontrak Maresca yang masih sangat panjang.
Mantan pelatih Leicester City ini baru saja meneken kontrak musim panas lalu yang mengikatnya hingga 2029, ditambah opsi perpanjangan satu tahun.
Saat ini, kedua belah pihak dilaporkan sedang menegosiasikan besaran kompensasi.
Manajemen Chelsea ingin perpisahan dilakukan secepat mungkin agar tim memiliki waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi jadwal padat di bulan Januari, termasuk laga berat melawan Manchester City pada Senin (5/1/2026) dini hari WIB.
Menanti Sosok Manajer Interim
Jika pemecatan diumumkan hari ini, perhatian akan beralih pada siapa yang akan ditunjuk sebagai pelatih sementara.
Beberapa nama internal mulai mencuat untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan demi menjaga stabilitas ruang ganti yang tengah terguncang di awal tahun 2026 ini.












