LIVERPOOL, WWW.PASJABAR.COM – Harapan Liverpool untuk mengawali tahun 2026 dengan kemenangan manis di Anfield harus kandas. Menjamu Leeds United pada Jumat (2/1/2026) dini hari WIB, The Reds dipaksa bermain imbang tanpa gol 0-0. Namun, sorotan utama laga ini bukan pada skor akhir, melainkan kegagalan fatal penyerang muda, Hugo Ekitike buang peluang emas, dalam memanfaatkan kemelut di mulut gawang.
Ekitike, yang belakangan ini banjir pujian karena tampil tajam saat menggantikan Mohamed Salah dan Alexander Isak yang absen, justru mendadak “dingin” di depan gawang.
Padahal, ia datang dengan modal mentereng berupa lima gol dan satu assist dalam empat laga Premier League sebelumnya.
Hugo Ekitike Buang Peluang Emas
Momen yang membuat publik Anfield memegang kepala terjadi pada menit ke-33.
Berawal dari skema serangan sayap, Jeremie Frimpong melepaskan umpan lambung akurat dari sisi kanan yang mengarah tepat ke kepala Ekitike.
Posisi Ekitike saat itu sangat menguntungkan: ia bebas tanpa kawalan dan kiper Leeds sudah berada di luar posisinya.
Namun, alih-alih mengarahkan bola ke dalam gawang yang sudah melompong, sundulan pemain berusia 23 tahun itu justru melenceng ke arah belakang, menjauhi mistar gawang.
Kesalahan “konyol” ini menjadi sangat krusial mengingat Leeds bermain dengan pertahanan blok rendah yang sangat rapat, sehingga peluang bersih seperti itu sangat jarang tercipta sepanjang laga.
Statistik Buruk Ekitike di Laga Kontra Leeds
Meskipun bermain penuh selama 90 menit, Ekitike gagal menunjukkan ketajamannya yang biasa. Berikut adalah catatan statistiknya di laga tersebut:
-
Tembakan: 4 kali.
-
Tembakan Tepat Sasaran (On Target): Hanya 1 kali.
-
Peluang Emas Terbuang: 1 kali (Menit 33).
Kemandulan lini depan Liverpool malam tadi membuat tim asuhan Arne Slot harus puas berbagi satu angka dan gagal menempel ketat Arsenal di puncak klasemen.
Hugo Ekitike Buang Peluang Emas, Arne Slot: “Kami Butuh Gol, Bukan Sekadar Penguasaan Bola”
Manajer Liverpool, Arne Slot, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya pasca-laga.
Ia menyoroti ketidakmampuan timnya dalam membongkar pertahanan berlapis Leeds United meskipun mendominasi permainan.
“Sebuah gol. Itu jawaban paling simpel (tentang apa yang kurang),” ujar Slot dilansir dari laman resmi klub.
“Kami adalah tim dengan penguasaan bola tertinggi di liga, tapi itu tidak berarti apa-apa jika Anda tidak menciptakan cukup peluang melawan tim dengan pertahanan blok rendah. Sulit bagi kami menemukan celah malam ini.”
Posisi Liverpool di Klasemen
Hasil imbang 0-0 ini membuat Liverpool kini mengoleksi 33 poin dari 19 laga.
Meskipun tetap berada di papan atas, kegagalan mengalahkan tim peringkat bawah seperti Leeds di kandang sendiri menjadi sinyal bahwa The Reds sangat merindukan sosok Mohamed Salah dalam penyelesaian akhir di momen-momen krusial.












