JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – PSSI secara resmi mengumumkan penunjukan John Herdman sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia pada Sabtu (3/1/2026). Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun ini datang dengan reputasi mentereng sebagai “pencetak sejarah”.
Langkah besar ini diambil federasi untuk membangkitkan sepak bola nasional setelah kegagalan Skuad Garuda di babak kualifikasi Piala Dunia pada November lalu.
Kedatangannya diharapkan mampu mentransformasi mentalitas dan performa timnas dalam menghadapi agenda padat, mulai dari FIFA Matchday hingga persiapan jangka panjang menuju Piala Asia 2027.
Reputasi Mentereng Satu-satunya di Dunia
PSSI menjatuhkan pilihan kepada Herdman bukan tanpa alasan. Ia memegang rekor dunia yang sangat langka: menjadi satu-satunya pelatih yang mampu membawa tim nasional putra dan tim nasional putri dari negara yang sama lolos ke putaran final Piala Dunia FIFA.
Pengalaman strategis inilah yang dibutuhkan Indonesia untuk memutus rantai kegagalan di level internasional dan membangun fondasi tim yang solid menuju panggung dunia.
Reputasi Mentereng, Jejak Emas di Kanada: Dari Olimpiade Hingga Piala Dunia
Kesuksesan terbesar Herdman diraih saat membangun sepak bola Kanada dari nol hingga menjadi kekuatan yang disegani di zona CONCACAF:
1. Prestasi Bersama Timnas Putra Kanada
-
Akhiri Penantian 36 Tahun: Membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar untuk pertama kalinya sejak 1986.
-
Rekor Tak Terkalahkan: Mencatatkan 17 pertandingan tanpa kekalahan sepanjang 2021-2022.
-
Ranking FIFA Melejit: Mengantar Kanada menembus peringkat 40 besar dunia pada 2021.
-
Finalis Nations League: Membawa tim ke final CONCACAF Nations League 2023.
2. Dominasi Bersama Timnas Putri
-
Dua Medali Olimpiade: Meraih medali perunggu beruntun di Olimpiade London 2012 dan Rio 2016.
-
Emas Pan American Games: Juara pada edisi 2011.
-
Elite Dunia: Membawa Timnas Putri Kanada nangkring di peringkat 4 dunia pada 2017.
Visi Masa Depan Skuad Garuda
Setelah sempat menangani tim MLS, Toronto FC, Herdman kini siap menghadapi tantangan di Asia Tenggara.
Tugas pertamanya adalah menyusun kembali kerangka tim yang sempat terguncang serta mengembalikan kepercayaan diri para pemain.
Kualitas Herdman juga diakui secara individu dengan tiga kali masuk nominasi FIFA Coach of the Year (2012, 2015, dan 2016).
Dengan segala pencapaian tersebut, publik sepak bola Tanah Air kini menaruh harapan besar pada pundak Herdman untuk membawa Timnas Indonesia terbang lebih tinggi.












