LONDON, WWW.PASJABAR.COM – Hasil imbang 2-2 antara Liverpool dan Fulham pada Minggu (4/1/2026) menyisakan perdebatan panjang. Di luar gol spektakuler Harrison Reed yang menggagalkan kemenangan The Reds, fokus publik tertuju pada gol penyama kedudukan yang dicetak oleh bintang mahal Liverpool, Florian Wirtz, di menit ke-57. Gol Florian Wirtz offside tapi disahkan dalam laga tersebut.
Menariknya, Wirtz sendiri mengakui secara jujur bahwa ia merasa posisinya sudah terjebak offside saat menyambut bola.
Kejujuran Wirtz: “Saya Tidak Selebrasi karena Yakin Offside”
Playmaker yang didatangkan dari Bayer Leverkusen senilai £116 juta tersebut tampak dingin setelah mencetak gol. Alih-alih merayakan gol krusialnya, ia justru menunggu keputusan wasit dengan ragu.
“Saya benar-benar yakin itu offside, jadi saya bahkan tidak merayakannya,” ungkap Wirtz.
“Tentu saya senang mencetak gol, tapi saya lebih memilih tiga poin. Intensitas kami di babak kedua membaik, tapi di liga ini tidak ada laga yang mudah.”
Gol Florian Wirtz offside Toleransi 5 Sentimeter: Mengapa VAR Mengesahkan Gol?
Legenda Liverpool, Jamie Carragher, sempat menyuarakan kebingungannya. Menggunakan titik penalti sebagai referensi visual, ia merasa Wirtz sudah berada di posisi terlarang. Namun, keputusan VAR memiliki dasar teknis yang berbeda.
Di Liga Primer Inggris (EPL), sistem offside semi-otomatis masih menerapkan margin of error sebesar 5 sentimeter.
Hal ini berbeda dengan Liga Champions yang menggunakan presisi milimeter.
Dalam kasus Wirtz, kaki sang pemain berada di dalam ambang batas toleransi garis hijau VAR, sehingga gol tersebut tetap dinyatakan sah menurut regulasi liga.
Marco Silva: “Jelas-Jelas Gol Florian Wirtz offside”
Pelatih Fulham, Marco Silva, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya meski timnya berhasil mengamankan satu poin. Ia merasa sistem garis VAR telah merugikan timnya di momen krusial.
“Tampak jelas-jelas offside, tapi garis-garis itu akhirnya mengesahkan gol,” ujar Silva.
Meski begitu, ia memuji mentalitas anak asuhnya, terutama Harrison Reed, yang menjadi pahlawan di masa injury time. “Jika ada yang pantas mendapatkan momen (gol) itu, dialah orangnya.”
Arne Slot Keluhkan Kehilangan Poin
Manajer Liverpool, Arne Slot, mencoba bersikap diplomatis. Meskipun mengakui timnya menciptakan lebih banyak peluang dibanding pekan sebelumnya, ia menyayangkan kegagalan mempertahankan keunggulan di menit akhir.
“Mencetak dua gol di laga tandang seharusnya cukup untuk menang. Ini bukan pertama kalinya kami merasa sudah menang, tapi kemudian kebobolan lewat tembakan luar biasa,” kata Slot.
Ia juga menyoroti masalah kebugaran skuadnya mengingat absennya Aleksandar Isak dan kondisi Hugo Ekitike yang harus terus dipaksakan tampil.
| Fitur | Premier League (EPL) | Liga Champions (UCL) |
| Sistem | Semi-Otomatis | Semi-Otomatis Presisi |
| Margin of Error | 5 Sentimeter (Toleransi Garis) | Milimeter (Tanpa Toleransi) |
| Dampak Kasus Wirtz | SAH (Masuk batas toleransi) | Potensi ANULIR |












