MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Manajer interim Manchester United, Darren Fletcher, memberikan pesan keras kepada skuadnya menjelang laga debutnya melawan Burnley. Fletcher menegaskan bahwa para pemain harus memiliki mentalitas baja dalam menghadapi kritik pedas dari para legenda klub seperti Gary Neville dan Paul Scholes.
Sikap ini sangat kontras dengan pendahulunya, Ruben Amorim, yang sebelum dipecat sempat mengeluhkan “kritik tanpa henti” dari Neville.
Fletcher justru menilai kritik dari para mantan pemain adalah bagian tak terpisahkan dari identitas klub terbesar di dunia.
Kritik Legenda Adalah Standar yang Harus Dihadapi
Selama masa jabatan Amorim, Gary Neville dikenal sebagai kritikus paling vokal, terutama saat persentase kemenangan United merosot ke titik terendah.
Amorim bahkan sempat menyiratkan bahwa pengaruh komentar Neville terlalu masuk ke dalam internal klub. Namun, Fletcher memiliki pandangan berbeda.
“Manchester United adalah klub terbesar di dunia. Pengawasan, ekspektasi, dan standar tinggi itu nyata. Anda harus belajar menghadapinya,” ujar Fletcher dalam konferensi persnya.
“Beberapa orang bisa melakukannya secara alami, sebagian lagi butuh waktu. Tapi di dunia modern ini, seorang pemain harus merangkul tantangan berada di bawah sorotan tajam.”
Darren Fletcher Belajar dari Era Sir Alex Ferguson
Fletcher merefleksikan pengalamannya sendiri saat masih menjadi pemain muda di bawah asuhan Sir Alex Ferguson. Ia teringat bagaimana rasanya finis di posisi kedua yang kala itu dianggap sebagai “akhir dunia” bagi publik Old Trafford.
“Saya beruntung memiliki Sir Alex dan Roy Keane yang melindungi kami. Sekarang situasinya berbeda karena tidak akan ada Sir Alex yang lain,” tambahnya.
Fletcher menekankan bahwa para pemain sekarang harus menemukan cara mandiri untuk tetap fokus di tengah kebisingan eksternal, terutama dari mereka yang sudah memenangkan segalanya untuk klub.
Membela Hak Berpendapat Para Legenda
Terkait kritik dari Paul Scholes, Nicky Butt, hingga Wayne Rooney yang menyebut Amorim mengkhianati prinsip menyerang klub, Fletcher justru mengaku senang mendengarkan mereka.
Baginya, mereka adalah orang-orang yang bersemangat tentang kesuksesan United.
“Anda tidak bisa meminta mereka bersikap lebih lunak. Mereka memiliki medali di atas meja dan trofi sebagai bukti sukses mereka, jadi sulit untuk mengkritik balik. Orang-orang ingin Manchester United menang dan terhibur. Itulah standarnya,” tegas pria yang mencatatkan 342 penampilan bagi Setan Merah ini.
Restu Sir Alex dan Masa Depan Interim
Fletcher juga mengungkapkan bahwa sebelum menerima mandat sebagai pelatih sementara, orang pertama yang ia hubungi adalah Sir Alex Ferguson.
“Saya tidak suka membuat keputusan besar tanpa berbicara dengan Sir Alex. Mendapatkan restunya adalah hal yang sangat penting bagi saya,” jelasnya.
Meski Fletcher akan memimpin laga kontra Burnley, masa depannya di bangku cadangan masih belum pasti untuk laga berikutnya.
Manajemen United dikabarkan sedang menjalin komunikasi dengan Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick untuk opsi manajer interim yang lebih berpengalaman hingga akhir musim.












