WWW.PASJABAR.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat menemukan sebanyak 10 warga Jawa Barat terpapar virus super flu, yakni varian baru influenza dengan gejala yang lebih lama dibandingkan flu biasa.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik karena seluruh pasien yang terkonfirmasi saat ini telah dinyatakan sembuh.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Vini Andiani Dewi, menjelaskan bahwa temuan kasus tersebut tercatat sejak Agustus hingga akhir tahun 2025. Virus super flu ini terdeteksi melalui pemantauan dan pencatatan rutin yang dilakukan Dinkes Jabar terhadap penyakit menular.
“Berdasarkan data kami, terdapat 10 orang warga Jawa Barat yang terkonfirmasi terpapar virus super flu. Seluruhnya teridentifikasi pada periode Agustus sampai akhir 2025, dan saat ini semuanya sudah pulih,” ujar Vini.
Virus super flu diketahui merupakan varian baru influenza dengan durasi gejala yang cenderung lebih panjang. Gejala yang muncul antara lain batuk, pilek, demam, hingga sesak napas, terutama bila menyerang kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta individu dengan penyakit penyerta.
Gejala Lebih Lama, Namun Tidak Seberbahaya Covid-19
Vini menegaskan bahwa meskipun virus ini menular, tingkat bahayanya tidak setinggi Covid-19. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya bagi masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Gejalanya memang bisa lebih lama dibandingkan flu biasa, dan akan lebih berat bila terjadi pada kelompok rentan atau mereka yang memiliki penyakit bawaan. Namun jika dibandingkan dengan Covid-19, virus super flu ini tidak lebih berbahaya,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti arahan dari otoritas kesehatan. Menurutnya, langkah pencegahan sederhana masih menjadi kunci utama untuk menghindari penularan.
“Masyarakat tidak perlu panik. Yang terpenting adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat sakit, serta mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” kata Vini.
Dinkes Jawa Barat memastikan akan terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat guna mencegah meluasnya penyebaran virus tersebut, sekaligus menjaga kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah provinsi. (uby)











