CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 17 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Iran di Titik Didih: Donald Trump Tebar Ancaman di Tengah Gelombang Protes yang Menelan Puluhan Korban

pri
10 Januari 2026
Foto: Ribuan warga turun ke jalan di wilayah Mashad, Iran untuk memprotes atas kesulitan ekonomi di seluruh negeri. (X/@Osint613)

Foto: Ribuan warga turun ke jalan di wilayah Mashad, Iran untuk memprotes atas kesulitan ekonomi di seluruh negeri. (X/@Osint613)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

TEHERAN, WWW.PASJABAR.COM – Republik Islam Iran kini tengah menghadapi salah satu fase ketegangan internal paling kritis dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah laporan puluhan korban tewas dan pemutusan akses internet nasional, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tebar ancaman secara terbuka kepada para pemimpin di Teheran.

Gelombang protes antipemerintah yang awalnya dipicu oleh ambruknya kondisi ekonomi kini telah bertransformasi menjadi gerakan politik yang secara langsung menargetkan kepemimpinan tertinggi negara.

Donald Trump Tebar Ancaman “Tembak Balas”

Situasi di Iran memicu respons keras dari Gedung Putih. Donald Trump, yang dikenal memiliki kebijakan agresif terhadap Teheran, mengeluarkan peringatan baru pada Jumat (9/1/2026).

Trump memperingatkan otoritas keamanan Iran agar tidak menggunakan senjata api terhadap demonstran.

“Sebaiknya kau jangan mulai menembak karena kami juga akan mulai menembak,” tegas Trump sebagaimana dilansir dari Reuters.

Meski melontarkan ancaman keras, Trump menunjukkan sikap hati-hati dengan menolak bertemu Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran.

Baca juga:   Korea Utara: Rencana Trump soal Gaza "Menggelikan"

Sikap ini dipandang sebagai strategi Washington yang masih memantau stabilitas krisis sebelum memberikan dukungan penuh kepada tokoh oposisi tertentu.

Namun, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat memantau dengan saksama keselamatan para demonstran di wilayah yang ia sebut sebagai “tempat yang sangat berbahaya saat ini.”

Tindakan Represif dan Pemadaman Informasi

Otoritas keamanan Iran merespons kerusuhan dengan pendekatan “besi panas.”

Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran secara resmi memutus akses internet nasional demi mengendalikan arus informasi yang memicu mobilisasi massa di berbagai kota seperti Teheran, Shiraz, hingga Mashhad.

Kelompok hak asasi manusia HRANA melaporkan sedikitnya 62 orang tewas sejak demonstrasi pecah pada 28 Desember, termasuk 14 personel keamanan.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam pidato televisinya bersumpah tidak akan mundur sejengkal pun.

Ia menuduh para demonstran bertindak sebagai agen kelompok oposisi luar negeri dan “budak” Amerika Serikat.

Baca juga:   Belasan Aset Dokumen Rahasia Disita di Rumah Donald Trump

Jaksa umum Teheran bahkan mempertegas ancaman tersebut dengan menyatakan bahwa pelaku sabotase dan mereka yang terlibat bentrokan bersenjata akan menghadapi hukuman mati.

Akar Krisis: Ekonomi yang Runtuh Akibat Perang

Berbeda dengan gelombang protes sebelumnya, kerusuhan tahun 2026 ini terjadi di tengah kondisi ekonomi yang berada pada titik terendah.

Efek jangka panjang dari konflik bersenjata dengan Israel dan AS tahun lalu telah menghancurkan nilai tukar rial hingga 50%.

Inflasi yang menembus angka 40% pada Desember 2025 membuat daya beli masyarakat menguap, memicu rasa putus asa yang mendalam.

“Rasa marah ini semakin mendalam selama bertahun-tahun dan kita berada pada tingkat rekor baru dalam hal kekecewaan masyarakat,” ujar Alex Vatanka dari Middle East Institute.

Protes yang awalnya menyuarakan masalah perut kini beralih menjadi slogan politis seperti “Death to Khamenei,” mencerminkan kerentanan rezim ulama yang semakin nyata di bawah tekanan domestik dan sanksi internasional.

Baca juga:   Masalah Hak Asasi Manusia

Kecaman Dunia dan Upaya Mediasi

Dunia internasional tidak tinggal diam melihat jatuhnya korban jiwa di jalanan Teheran.

Pemimpin Prancis, Inggris, dan Jerman mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak Teheran untuk menahan diri.

PBB melalui juru bicara Stephane Dujarric juga menyatakan keprihatinan mendalam atas hilangnya nyawa warga sipil yang menjalankan hak mereka untuk berdemonstrasi secara damai.

Di tengah kebuntuan ini, secercah harapan muncul dari jalur diplomasi. Menteri Luar Negeri Oman dijadwalkan berkunjung ke Teheran.

Oman, yang secara historis berperan sebagai mediator antara Iran dan Barat, diharapkan mampu meredam ketegangan sebelum ancaman “tembak-menembak” yang dilontarkan Trump berubah menjadi konflik regional yang lebih luas.

Statistik Korban & Krisis Iran (Data Per 9 Januari 2026)

Kategori Catatan Data
Total Korban Tewas 62 Orang (48 Sipil, 14 Keamanan)
Inflasi Nasional >40% (Desember 2025)
Status Internet Pemadaman Nasional (Blackout)
Nilai Tukar Rial Turun 50% terhadap USD dalam setahun
Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Ali KhameneiBerita internasionaldonald trumpEkonomi IranHak Asasi ManusiairanKonflik Timur TengahKrisis Iran 2026Protes Teheran


Related Posts

Massa demonstran turun ke jalan membela Renee Nicole Good, wanita AS yang ditembak mati agen ICE di Minneapolis. Foto/Allie Ippolito/ via The Inquirer
CAHAYA PASUNDAN

Minneapolis Membara: Penembakan Warga oleh Agen ICE Picu Perang Terbuka Trump vs Demokrat

11 Januari 2026
Foto: REUTERS/KARAM AL-MASRI
HEADLINE

Aleppo Memanas: Gencatan Senjata Gagal, Militer Suriah Bersiap Gempur Distrik Kurdi

11 Januari 2026
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein
HEADLINE

Efek Domino Venezuela: Benarkah Xi Jinping Akan Memanfaatkan Langkah Trump untuk Tekan Taiwan?

10 Januari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Galeri Rasulullah
HEADLINE

Menelusuri Sejarah Nabi di Galeri Rasulullah Masjid Raya Al Jabbar

17 Januari 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM - Galeri Rasulullah yang berlokasi di kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung, menjadi salah...

grand theft auto vi

Perilisan Grand Theft Auto VI Tertunda, Ini Alasan Take-Two

17 Januari 2026
KA Ciremai

Terdampak Banjir, KA Ciremai Bandung–Semarang Batal Beroperasi

17 Januari 2026
Onic Esports

Onic Esports Vs Team Falcons, Penentuan Tiket Knockout M7

17 Januari 2026
samsung s26 ultra

Samsung Galaxy S26 Ultra Dipastikan Siap Dipasarkan di Indonesia

17 Januari 2026

Highlights

Onic Esports Vs Team Falcons, Penentuan Tiket Knockout M7

Samsung Galaxy S26 Ultra Dipastikan Siap Dipasarkan di Indonesia

The RIP Jadi Film Thriller Netflix Paling Dinantikan Januari 2026

BMKG Prakirakan Cuaca: Hujan Ringan Hingga Petir di Sejumlah Kota

Libur Panjang Isra Mi’raj, Aktivitas Botram Ramai di Bandung Zoo

Jawaban Bojan Hodak soal Calon Pemain Baru Persib Bandung

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.