MILAN, WWW.PASJABAR.COM – Stadion Giuseppe Meazza menjadi saksi bisu pertarungan taktik tingkat tinggi dalam lanjutan Serie A yang mempertemukan dua raksasa papan atas, Inter Milan dan Napoli, Senin (12/1/2026) dini hari WIB. Laga yang berakhir imbang 2-2 ini menyisakan rasa sesak bagi pelatih Inter, Cristian Chivu, yang melihat anak asuhnya gagal menjaga momentum kemenangan meski sempat unggul dalam dua kesempatan berbeda.
Inter Milan yang tampil di hadapan pendukung sendiri sebenarnya memulai laga dengan skenario impian.
Namun ketangguhan mental Napoli di bawah asuhan Antonio Conte (yang sempat dikartu merah) terbukti menjadi batu sandungan besar bagi ambisi Nerazzurri untuk menjauh di puncak klasemen.
Dominasi yang Gagal Dipertahankan
Inter Milan membuka keunggulan lebih dulu melalui aksi Federico Dimarco saat laga baru berusia enam menit.
Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Scott McTominay menyamakan kedudukan di menit ke-26.
Memasuki babak kedua, Inter kembali berada di atas angin setelah Hakan Calhanoglu sukses mengeksekusi penalti menyusul insiden kontroversial yang melibatkan Henrikh Mkhitaryan.
Sayangnya, kegagalan Inter dalam mengunci pertahanan di sepuluh menit terakhir membuat McTominay kembali mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-81.
Cristian Chivu mengungkapkan bahwa kekecewaan terbesarnya terletak pada ketidakmampuan para pemainnya untuk tetap berkepala dingin saat berada dalam posisi memimpin.
“Penyesalannya adalah kami mungkin tidak menjaga kepala agar tetap jernih demi meraih kemenangan,” ujar Chivu saat diwawancarai oleh DAZN Italia.
Ia menilai bahwa tim sebesar Inter seharusnya mampu mengelola ritme pertandingan lebih baik ketika sudah unggul secara skor maupun psikologis.
Pujian untuk Daya Juang Napoli
Meskipun diliputi penyesalan, Chivu tetap menunjukkan sisi sportifnya dengan melontarkan pujian kepada sang lawan.
Menurut pelatih asal Rumania tersebut, Napoli musim ini adalah tim yang memiliki daya tahan luar biasa dan karakter pantang menyerah.
“Napoli pantas dapat pujian karena tidak pernah menyerah dan terus berjuang untuk berakhir imbang dan bahkan mencoba untuk menang,” tambah Chivu.
Hasil ini menegaskan bahwa persaingan menuju Scudetto musim 2025/2026 akan berlangsung sangat ketat hingga akhir musim, mengingat Napoli mampu memberikan perlawanan sengit bahkan dalam situasi pelatih kepala mereka harus diusir keluar lapangan.
Posisi di Klasemen dan Tantangan Kedepan
Meski hanya meraih satu poin, Inter Milan masih tetap kokoh di puncak klasemen sementara Liga Italia dengan koleksi 43 poin dari 19 pertandingan.
Namun, jarak dengan para pesaing di bawahnya, termasuk Napoli yang mengintai di urutan ketiga dengan 39 poin, kini menjadi semakin tipis.
Chivu kini memiliki tugas berat untuk membenahi konsentrasi lini belakang Inter jelang paruh kedua musim.
Kegagalan mempertahankan keunggulan dalam laga big match seperti ini menjadi sinyal peringatan bahwa Inter memerlukan kedisiplinan taktis yang lebih tinggi jika ingin mempertahankan gelar juara di tengah gempuran tim-tim kuat Serie A lainnya.
Ringkasan Pertandingan & Klasemen Sementara
| Detail Pertandingan | Hasil / Catatan |
| Skor Akhir | Inter Milan 2 – 2 Napoli |
| Pencetak Gol Inter | F. Dimarco (6′), H. Calhanoglu (pen 60′) |
| Pencetak Gol Napoli | S. McTominay (26′, 81′) |
| Posisi Inter | Peringkat 1 (43 Poin) |
| Posisi Napoli | Peringkat 3 (39 Poin) |
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

h














