BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – PT Len Industri (Persero) selaku Holding Industri Pertahanan DEFEND ID menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing industri pertahanan nasional melalui penetapan strategi operasional perusahaan tahun 2026.
Strategi ini disusun secara terarah, adaptif, dan berkelanjutan dengan mengacu pada Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), aspirasi pemegang saham, serta analisis menyeluruh terhadap kondisi internal dan eksternal perusahaan.
Direktur Utama Holding DEFEND ID, Joga Dharma Setiawan, mengatakan strategi 2026 dirumuskan dalam kerangka Corporate Strategic Scenario (CSS) dan diterjemahkan ke dalam tujuh pilar utama.
Pilar tersebut mencakup penguatan bisnis inti, inovasi produk dan layanan, transformasi proses bisnis, pengembangan sumber daya manusia, serta optimalisasi teknologi informasi sebagai penggerak utama kinerja perusahaan.
“Strategi 2026 kami rumuskan ke dalam tujuh pilar utama agar DEFEND ID tetap relevan dan kompetitif. Baik di sektor pertahanan maupun nonpertahanan, serta mampu bersaing di tingkat regional dan global,” ujar Joga.
Fokus Optimalisasi Bisnis dan Ekspansi Pasar
Untuk mendukung target tersebut, DEFEND ID menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain optimalisasi proyek pertahanan dan nonpertahanan, percepatan realisasi kontrak baru, peningkatan burn rate operasional, penguatan struktur keuangan, serta streamlining anak usaha agar lebih efisien dan bankable.
Selain itu, perusahaan juga mendorong penguatan kapasitas produksi, digitalisasi proses bisnis, dan peningkatan kompetensi SDM.
Sebelum merumuskan strategi, DEFEND ID melakukan evaluasi internal secara komprehensif. Yang meliputi kinerja keuangan, efisiensi biaya, kapabilitas SDM, kesiapan teknologi, serta efektivitas proses bisnis.
Dari sisi peluang, perusahaan melihat prospek signifikan seiring meningkatnya belanja pertahanan dan proyek strategis pemerintah. Serta peluang ekspansi ke sektor komersial.
“Pasar Asia Pasifik dan Afrika menjadi fokus kami, seiring dengan peluang kontrak pertahanan baru dan proyek lintas kementerian,” jelas Joga.
Menghadapi dinamika global, DEFEND ID menyeimbangkan strategi pertumbuhan dengan penguatan fundamental keuangan. Perusahaan juga menargetkan penguatan kemitraan strategis untuk penguasaan teknologi dan peningkatan TKDN.
Pada akhir 2026, DEFEND ID menargetkan total kontrak Rp132,05 triliun dan pendapatan Rp35,47 triliun. Sekaligus memperkuat posisinya sebagai motor kemandirian industri pertahanan nasional. (*)












