oo iyaWWW.PASJABAR.COM – Kunyit dikenal luas sebagai rempah yang kerap digunakan dalam masakan dan pengobatan tradisional Sejumlah ahli gizi menegaskan bahwa manfaat kesehatan kunyit berasal dari senyawa aktif bernama kurkuminoid, khususnya kurkumin, yang telah banyak diteliti efeknya bagi tubuh.
Ahli diet terdaftar Meghan Pendleton, M.S., RD, menjelaskan bahwa kurkumin sering dipromosikan sebagai suplemen kesehatan karena memiliki berbagai potensi positif.
“Kunyit mengandung kurkuminoid yang telah diisolasi dan dipelajari efeknya, terutama dalam mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari ANTARA.
Salah satu manfaat utama kunyit adalah kemampuannya melawan peradangan. Ahli diet terdaftar Emily Niswanger, M.S., RDN, menyebut kurkumin sebagai komponen utama di balik efek anti-inflamasi tersebut.
“Kurkumin bekerja dengan menekan jalur yang memicu respons peradangan,” katanya.
Baik untuk Sendi, Jantung, dan Pencernaan
Selain bersifat anti-inflamasi, kurkumin juga berperan sebagai antioksidan. Menurut Niswanger, senyawa ini membantu menetralisir radikal bebas yang dapat merusak sel dan jaringan sehat. Kombinasi sifat tersebut dinilai bermanfaat untuk mengurangi nyeri dan kekakuan sendi, terutama pada penderita arthritis.
Ahli diet Erin Kenney, M.S., RDN, menambahkan bahwa beberapa penelitian menunjukkan kunyit dapat seefektif obat antiinflamasi nonsteroid dalam meredakan gejala osteoartritis, tanpa efek samping seperti gangguan pencernaan atau pusing.
“Kurkumin juga membantu menurunkan peradangan sistemik dan stres oksidatif yang berkaitan dengan penyakit jantung,” jelasnya.
Manfaat kunyit juga meluas ke kesehatan saluran pencernaan. Kurkumin dinilai mampu mengurangi peradangan usus, menyeimbangkan mikrobioma, serta mendukung produksi empedu untuk pencernaan lemak.
Bahkan, Pendleton menyebut adanya potensi perlindungan terhadap fungsi otak, meski penelitian jangka panjang pada manusia masih dibutuhkan.
Meski relatif aman, para ahli mengingatkan agar konsumsi kunyit, khususnya dalam bentuk suplemen, dilakukan dengan bijak.
“Kunyit lebih aman dikonsumsi sebagai rempah utuh dibandingkan suplemen dosis tinggi,” kata Pendleton.
Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap dianjurkan, terutama bagi ibu hamil, penderita penyakit tertentu, atau mereka yang mengonsumsi obat rutin.(han)








