WWW.PASJABAR.COM – Komandan Lanud Husein Sastranegara, Marsma TNI MD. Irman Fathurrahman, S.E., M.M., meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipatik Cihampelas 013 di Kabupaten Bandung Barat, Rabu (14/1/2026).
Peresmian ini menjadi bentuk dukungan nyata TNI Angkatan Udara terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Marsma TNI MD. Irman Fathurrahman menegaskan bahwa SPPG memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan pemenuhan gizi berjalan lebih merata, terukur, dan berkelanjutan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan.
Menurutnya, gizi yang baik merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
“SPPG ini menjadi salah satu upaya nyata untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih merata dan berkesinambungan. Gizi yang baik adalah dasar pembentukan sumber daya manusia yang unggul,” ujar Irman.
Sinergi Pemerintah Daerah dan TNI
Sementara itu, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Bandung Barat, Ahmad Fauzan Azima, S.Sos., M.H., menyampaikan apresiasi atas kehadiran SPPG Cipatik Cihampelas 013.
Ia menilai fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan warga.
“Kami mengapresiasi dibangunnya SPPG Cipatik ini karena menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Fauzan.
Kehadiran SPPG Cipatik juga sejalan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menargetkan perluasan jangkauan penerima manfaat dengan standar pelayanan yang lebih baik.
Peresmian ini menegaskan komitmen Lanud Husein Sastranegara dan TNI Angkatan Udara dalam mendukung kebijakan pemerintah. Guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan layanan gizi yang berkelanjutan. (*)












