WWW.PASJABAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) prakirakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada Sabtu (17/1/2026) didominasi oleh cuaca berawan.
Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan berbagai intensitas yang dapat terjadi di sejumlah daerah.
Berdasarkan informasi prakiraan cuaca yang dirilis melalui situs resmi BMKG, cuaca berawan berpotensi terjadi di berbagai kota besar, antara lain Jayapura, Jayawijaya, Kendari, Mamuju, Manado, Manokwari, Medan, dan Nabire.
Kondisi serupa juga diprakirakan menyelimuti Padang, Palangka Raya, Pangkal Pinang, Pekanbaru, Pontianak, Sorong, serta Tanjung Pinang.
Sementara itu, cuaca cerah berawan diprediksi terjadi di Ambon, Banjarbaru, dan Palu. Adapun cuaca cerah berpotensi dialami oleh wilayah Banda Aceh, Gorontalo, Samarinda, dan Sofifi, sehingga relatif mendukung aktivitas masyarakat di luar ruangan.
Waspadai Hujan dan Potensi Petir
Selain prakirakan cuaca berawan, BMKG juga memprakirakan hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia. Kota Jakarta, Bandung, Bengkulu, dan Jambi diprediksi mengalami hujan ringan.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kupang, Makassar, Mataram, Merauke, Palembang, Semarang, Surabaya, serta Tanjung Selor.
BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat di Kota Bandar Lampung dan Denpasar untuk mewaspadai potensi hujan yang disertai petir.
Cuaca ekstrem seperti petir berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko keselamatan, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan turun di wilayah Serang dan Yogyakarta. Masyarakat di kedua daerah tersebut diimbau untuk mengantisipasi kemungkinan genangan air serta dampak lain yang dapat ditimbulkan akibat hujan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi cuaca.
Kewaspadaan terhadap perubahan cuaca diharapkan mampu meminimalkan risiko gangguan aktivitas serta potensi bencana hidrometeorologi. (han)












