BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM — Berlokasi di kawasan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, seorang pedagang bernama Deden Mahmud menarik perhatian warga dengan berjualan cuanki super mini menggunakan gerobak berukuran mungil.
Inovasi ini terbukti ampuh menarik pembeli dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Gerobak cuanki milik Deden tampak selalu dikerumuni pembeli. Keunikan usaha ini terletak pada seluruh konsep yang dibuat serba mini, mulai dari ukuran bakso, siomay, tahu, hingga mangkuk, sendok, kecap, dan saus.
Bahkan, sistem pembayarannya pun dibuat tidak biasa dengan menggunakan uang mainan mini pecahan Rp2.000, meski harga aslinya hanya Rp1.000 per porsi.
Cuanki Super Mini Jadi Daya Tarik Warga dan Konten Kreator
Usaha yang baru dirintis kurang dari satu bulan ini langsung mendapat respons positif dari masyarakat. Selain membeli untuk disantap, banyak warga yang datang sekadar untuk melihat keunikan cuanki super mini atau membuat konten media sosial.
Menurut Deden, ide tersebut muncul karena ia ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda di tengah banyaknya pedagang cuanki konvensional.
“Kalau cuanki biasa sudah banyak, jadi saya kepikiran bikin yang beda dan unik. Alhamdulillah, ternyata banyak yang suka,” ujar Deden Mahmud, pedagang cuanki mini.
Antusiasme pembeli pun terlihat dari jumlah penjualan yang cukup tinggi. Dalam sehari, Deden yang dibantu sang istri mampu menjual sekitar 100 hingga 150 porsi cuanki super mini.
Bahkan, saat berkeliling di kampung halamannya di Desa Bojongkoneng, kawasan Ngamprah, sebanyak 30 porsi ludes terjual hanya dalam waktu kurang dari satu jam.
Salah seorang pembeli, Vani, mengaku tertarik karena konsepnya yang lucu dan berbeda.
“Lucu banget, baru lihat cuanki semuanya mini. Harganya murah, rasanya juga enak, jadi pengin beli lagi,” katanya.
Dengan kreativitas sederhana namun unik, usaha cuanki super mini ini membuktikan bahwa inovasi dapat menjadi kunci meraih cuan dan perhatian publik di tengah persaingan usaha kuliner. (uby)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

h














