CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 11 Maret 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASJABAR

Lembang dalam Lintasan Sejarah: Romantisme, Pengetahuan, dan Peringatan Alam

Tiwi Kasavela
3 Februari 2026
Lembang dalam Lintasan Sejarah: Romantisme, Pengetahuan, dan Peringatan Alam

Diskusi Buku #100 Temu Sejarah, Kamis (29/1/2026). (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM— Lembang bukan hanya dikenal sebagai kawasan wisata dengan bentang alam yang memesona, tetapi juga sebagai ruang sejarah yang menyimpan lapisan cerita panjang. Hal tersebut mengemuka dalam Diskusi Buku #100 Temu Sejarah, Kamis (29/1/2026) yang membedah buku Lembang Masa Lalu dan mengajak publik menelusuri jejak sejarah Lembang secara lebih kritis dan reflektif.

Dalam diskusi yang digelar secara daring tersebut, Malia Nur Alifa memaparkan bahwa Lembang telah mengalami perubahan rupa dari sebuah lembah kuno di bawah kemaharajaan Pakuan Pajajaran hingga menjadi wilayah penting dalam dinamika kolonial.

Baca juga:   FOTO : Pilkada Kabupaten Bandung

Jejak spiritual seperti gema puja “Sang Tabe Namosiwayah”, mitos Sangkuriang, hingga transformasi ekonomi dan sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang kawasan ini.

Pembahasan juga menyoroti peran Lembang dalam sejarah kolonial, mulai dari penghasil komoditas bernilai tinggi seperti tanaman pewarna tekstil abad ke-17, kopi dan teh sebagai “emas hitam” dan “emas hijau”, hingga pengembangan pertanian dan peternakan berskala besar.

Lembang turut dipilih sebagai lokasi berdirinya Observatorium Bosscha, yang hingga kini menjadi simbol penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan warisan budaya.

Baca juga:   Jaga Keutuhan NKRI, Masyarakat Harus Paham Empat Pilar Kebangsaan

Sejumlah tokoh Eropa yang pernah hidup dan berkarya di Lembang, seperti Junghuhn, Blommenstein, Ursone bersaudara, dan para tuan Boer, turut dibahas dalam diskusi ini. Kisah kedekatan mereka dengan lanskap alam Lembang memperlihatkan bagaimana ruang geografis turut membentuk cara pandang manusia terhadap kehidupan.

Namun, diskusi tidak berhenti pada romantisme masa lalu. Peserta juga diajak menyadari bahwa di balik kecantikan alamnya, Lembang menyimpan potensi bencana alam yang besar. Sejarah, sebagaimana ditegaskan dalam diskusi ini, perlu dibaca sebagai sumber pembelajaran agar manusia dapat bersikap lebih bijaksana dalam mengelola ruang dan alam sekitarnya di masa kini.

Baca juga:   144 Peserta Meriahkan Pekan Menulis Artikel Sejarah HUT ke-1 Temu Sejarah

Bagi masyarakat yang tidak sempat mengikuti kegiatan secara langsung, rekaman diskusi dapat disaksikan melalui kanal YouTube Temu Sejarah pada tautan:

Melalui diskusi ini, Temu Sejarah berharap masyarakat dapat memandang Lembang tidak semata sebagai ruang wisata, tetapi sebagai lanskap sejarah yang menyimpan pelajaran penting tentang relasi manusia, alam, dan masa depan. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: lembangSejarahTemu Sejarah


Related Posts

Cinta, Kopi, dan Kekuasaan: Kisah Tragis Apun Gencay dalam Sejarah Cianjur
PASJABAR

Cinta, Kopi, dan Kekuasaan: Kisah Tragis Apun Gencay dalam Sejarah Cianjur

5 Maret 2026
Buku Teks Sejarah Indonesia
PASNUSANTARA

Meninjau Ulang Representasi Peranakan Tionghoa dalam Buku Teks Sejarah Indonesia

26 Februari 2026
Dari Taman Kota ke Kebun Binatang, Diskusi Temu Sejarah Ungkap Fakta Arsip Kolonial
PASBANDUNG

Dari Taman Kota ke Kebun Binatang, Diskusi Temu Sejarah Ungkap Fakta Arsip Kolonial

26 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Marlina Nur Lestari Raih Gelar Doktor Manajemen Pascasarjana Unpas, Teliti Profitabilitas Sektor Energi

11 Maret 2026

WWW.PASJABAR.COM - Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) kembali melahirkan doktor baru di bidang Ilmu Manajemen. Marlina Nur Lestari...

Siswa Disabilitas Netra Bandung Tadarus Al-Qur’an Braille Jelang Berbuka

Siswa Disabilitas Netra Bandung Tadarus Al-Qur’an Braille Jelang Berbuka

11 Maret 2026
DPRD Kota Bekasi Berbagi Takjil

Semarak HUT ke-29 Kota Bekasi, DPRD Kota Bekasi Berbagi Takjil kepada Masyarakat

11 Maret 2026
Hut Kota Bekasi

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi: Sinergi Eksekutif dan Legislatif Mewujudkan Kota yang “Semakin Keren dan Nyaman”

11 Maret 2026
Pascasarjana Unpas

Ismah Nashirotunnisa Raih Gelar Doktor Manajemen Unpas, Teliti Tata Kelola Aset Daerah

11 Maret 2026

Highlights

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi: Sinergi Eksekutif dan Legislatif Mewujudkan Kota yang “Semakin Keren dan Nyaman”

Ismah Nashirotunnisa Raih Gelar Doktor Manajemen Unpas, Teliti Tata Kelola Aset Daerah

Kotak Amal Masjid di Cimahi Dibobol Pencuri Beratribut Ojek Online

Teguh Iman Basuki Raih Gelar Doktor Manajemen Pascasarjana Unpas, Teliti Loyalitas Nasabah Mobile Banking

Ribuan Pemudik Mulai Padati Stasiun Bandung H-10 Lebaran

Hasil Lazio vs Sassuolo 2-1: Gol Dramatis Menit Akhir Gagalkan Poin Jay Idzes cs

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.