# Erupsi Gunung Dukono
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya menemukan seluruh korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Minggu (10/5/2026). Penemuan dua korban terakhir menandai berakhirnya operasi pencarian yang berlangsung selama tiga hari.
Dua korban terakhir merupakan warga negara asing (WNA). Tim SAR menemukan keduanya dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi penemuan korban pertama sehari sebelumnya.
Sebelumnya, tim gabungan lebih dulu menemukan satu korban WNI berinisial E (P) pada Sabtu (9/5). Dengan begitu, total korban meninggal dunia dalam tragedi ini mencapai tiga orang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan tim SAR menghadapi medan berat selama proses pencarian.
“Tim SAR gabungan harus melakukan proses evakuasi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan,” ujar Abdul Muhari dalam siaran pers BNPB.
Korban Tertimbun Material Vulkanik
Tim SAR memulai pencarian hari ketiga dengan menyisir titik koordinat yang sebelumnya telah ditandai menggunakan GPS. Tim menduga area tersebut menjadi lokasi para korban tertimbun material vulkanik.
Pencarian berjalan cukup sulit. Material pasir vulkanik menimbun tubuh korban dengan kedalaman yang cukup tebal. Selain itu, aktivitas Gunung Dukono masih fluktuatif sehingga tim harus bekerja ekstra hati-hati.
Meski menghadapi berbagai kendala, tim akhirnya berhasil menemukan dua korban terakhir. Petugas kemudian mengevakuasi seluruh jenazah menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono.
Selanjutnya, petugas membawa jenazah ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Hampir 100 Personel Turun ke Lapangan
Sebanyak 98 personel SAR gabungan ikut terlibat dalam operasi pencarian ini. Tim membagi personel ke dalam empat regu untuk mempercepat penyisiran area.
Berbagai unsur ikut membantu operasi tersebut. Mereka berasal dari Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, PMI, ERT Gosowong, hingga masyarakat setempat.
Dua korban selamat, yakni R.S. dan J.A., juga membantu tim SAR. Keduanya memberikan informasi mengenai jalur pendakian dan titik terakhir rombongan sebelum erupsi terjadi.
Selain tiga korban meninggal dunia, tim SAR berhasil menyelamatkan 15 orang lainnya. Korban selamat terdiri dari wisatawan asal Singapura dan warga negara Indonesia.
Pendakian Ditutup Permanen
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sebelumnya telah menutup aktivitas pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026.
Kemudian mempertegas larangan tersebut melalui surat keputusan bupati pada Jumat (8/5) dan melarang seluruh operator maupun penyedia jasa pendakian memberikan izin kepada wisatawan untuk mendaki Gunung Dukono.
Selain itu, pemerintah juga melarang masyarakat memasuki kawasan rawan bencana dalam radius empat kilometer dari kawah gunung.
BNPB meminta masyarakat mematuhi seluruh rekomendasi PVMBG demi keselamatan bersama. BNPB juga mengimbau wisatawan memeriksa status kawasan rawan bencana melalui aplikasi InaRisk Personal BNPB sebelum melakukan aktivitas di kawasan gunung api.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mengabaikan larangan pendakian, terutama saat aktivitas vulkanik meningkat dan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa. (*/tie)
# Erupsi Gunung Dukono
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .















