CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 21 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Uncategorized

Hampir 50 Persen Pelajar di Bandung Alami Gangguan Mental

Yatti Chahyati
8 Februari 2026
Pelajar Kota Bandung

ilustrasi (foto: pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pemerintah Kota Bandung bersiap melakukan langkah serius dalam menangani krisis kesehatan mental di kalangan pelajar.

Berdasarkan hasil skrining Cek Kesehatan Jiwa (CKG) periode Agustus–Oktober 2025, hampir separuh peserta didik di Kota Bandung terindikasi mengalami masalah kesehatan mental.

Dari total 148.239 siswa yang mengikuti skrining, sebanyak 71.433 siswa atau 48,19 persen menunjukkan indikasi gangguan kesehatan jiwa.

Temuan paling menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs sederajat, dengan angka mencapai 49,09 persen.

Data CKG Ungkap Tingginya Ansietas dan Depresi Pelajar

Data CKG mencatat, pada jenjang SMP/MTs sederajat:

  • 30,55 persen siswa mengalami masalah kesehatan jiwa,
  • 76,46 persen mengalami gejala ansietas ringan,
  • 7,89 persen terindikasi ansietas berat,
  • 15,23 persen mengalami depresi ringan, dan
  • 7,42 persen terindikasi depresi berat.

Sementara itu, pada jenjang SD/MI sederajat, dari 80.724 siswa, sebanyak 43.390 siswa (53,75 persen) terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental, dengan dominasi gejala ansietas ringan dan depresi ringan.

Baca juga:   Ferdy Sambo Tetap Divonis Hukuman Mati, Ini Alasan Hakim

Pada jenjang SMA/MA sederajat, angka gangguan kesehatan mental tercatat 25,79 persen, sedangkan pada Sekolah Luar Biasa (SLB) mencapai 48,51 persen.

Psikolog Nilai Kondisi Sudah Masuk “Lampu Kuning”

Anggota Majelis Psikolog Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jawa Barat sekaligus dosen psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba), M Ilmi Hatta, menilai kondisi kesehatan mental pelajar di Bandung sudah berada pada tahap “lampu kuning” dan membutuhkan penanganan profesional yang serius.

“Di sekolah memang sudah ada guru BK, tetapi kewenangannya terbatas. Untuk kasus-kasus tertentu yang cukup berat, tidak bisa hanya ditangani guru BK. Harus ada psikolog yang turun langsung memberikan intervensi dan terapi,” ujar Ilmi, Jumat (6/2/2026).

Baca juga:   Upaya Pemkot Bandung Wujudkan Transparansi Pengadaan Barang

Psikolog Turun ke Sekolah, Guru BK Diperkuat

Ilmi menjelaskan, ke depan para psikolog akan dilibatkan secara aktif untuk mendampingi sekolah.

Selain menangani siswa secara langsung, psikolog juga akan memberikan pelatihan kepada guru Bimbingan Konseling (BK) agar memiliki kapasitas lebih baik dalam mengenali gejala awal gangguan mental.

“Guru BK akan mendapat pelatihan. Mereka akan dibekali kemampuan untuk menangani masalah emosional dan perilaku, mengetahui kapan harus merujuk ke psikolog, dan bagaimana mendampingi siswa secara tepat,” jelasnya.

Komitmen Wali Kota Bandung 

Program ini sejalan dengan komitmen Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang sejak awal mendorong kehadiran psikolog di lingkungan sekolah.

Kehadiran psikolog diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis (well-being) siswa, menciptakan rasa aman dan nyaman, serta mendukung konsentrasi belajar.

Baca juga:   Kesiapsiagaan Banjir: Sekda Bandung Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan

Tak hanya menyasar lingkungan sekolah, upaya intervensi juga menyentuh peran orang tua. Menurut Ilmi, banyak persoalan kesehatan mental anak berakar dari pola asuh dan lingkungan keluarga.

“Psikoedukasi kepada orang tua sangat penting. Orang tua perlu memahami cara mendidik dan mendampingi anak dengan baik agar tidak memperparah kondisi psikologis anak,” ujarnya.

Kolaborasi Himpsi, Disdik, dan Dinkes Kota Bandung

Kolaborasi antara Himpsi, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan Kota Bandung akan diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari pelatihan guru BK, training of trainers (ToT), pendampingan psikolog di sekolah, hingga psikoedukasi bagi orang tua di tingkat kewilayahan.

Dengan pendekatan kolaboratif ini, Pemerintah Kota Bandung berharap angka gangguan kesehatan mental pelajar dapat ditekan secara bertahap dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat secara psikologis. (*/tie)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: gangguan mental siswaguru BKHIMPSI Jabarkesehatan jiwakesehatan mentalpelajar bandungpemkot bandungpendidikan bandungpsikolog sekolahsekolah


Related Posts

Bandung Zoo
HEADLINE

Pemkot Bandung Buka Kerja Sama Pengelolaan Bandung Zoo Modern

11 April 2026
Pemerintah Kota Bandung resmi menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi ASN untuk efisiensi energi dan pola kerja fleksibel. (Eci/pasjabar)
HEADLINE

Dorong Efisiensi Energi, Pemkot Bandung Berlakukan Kebijakan WFH Setiap Jumat bagi ASN

10 April 2026
Kecurangan TKA
Uncategorized

TKA SMP 2026 Dijaga Ketat, Sistem Anti Kecurangan Berlapis Jadi Sorotan

6 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

UTBK SNBT 2026
HEADLINE

UTBK 2026 di Unpad Nol Telat, Disiplin Peserta Meledak!

21 April 2026

# UTBK SNBT 2026 JATINANGOR, WWW.PASJABAR.COM --  Pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional...

roket NASA ke bulan

NASA Kirim “Jantung” Roket Artemis III ke Florida, Misi Manusia ke Bulan 2027 Makin Dekat!

21 April 2026
Super League

Jadwal Pekan 29 Super League, Sajikan Laga Krusial Papan Atas

21 April 2026
hari buruh bandung

Peringatan Hari Buruh Bandung 2026 Usung Kolaborasi dan Solidaritas

21 April 2026
Masjid Raya Al Jabbar

Dedi Mulyadi Jelaskan Anggaran Pemeliharaan Masjid Al Jabbar Rp22 Miliar

21 April 2026

Highlights

Peringatan Hari Buruh Bandung 2026 Usung Kolaborasi dan Solidaritas

Dedi Mulyadi Jelaskan Anggaran Pemeliharaan Masjid Al Jabbar Rp22 Miliar

Harga Elpiji Naik, KDM Ungkap Kearifan Lokal Bisa Jadi Alternatif

1.744 Calon Jemaah Haji Kota Bandung Siap Berangkat Tahun Ini

Bayu Aji Widodo Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Unpas, Soroti Independensi Peradilan Militer

Gubernur Jabar Tegaskan Pajak Kendaraan Listrik Tetap Diberlakukan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.