BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Meski operasi pencarian resmi telah ditutup, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat masih terus menerima dan menangani jenazah korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Hingga Selasa (10/2/2026), tercatat sebanyak 99 kantong jenazah telah diterima di Pos DVI Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung.
Pos DVI yang berlokasi di Jalan Moh. Toha, Kecamatan Regol, tersebut masih beroperasi untuk melakukan proses identifikasi korban. Berdasarkan pendataan terakhir, tim DVI menerima tambahan lima kantong jenazah dari lokasi longsor, sehingga total keseluruhan mencapai 99 kantong.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa sebelumnya terdapat 94 kantong jenazah yang sudah diterima, sebelum akhirnya bertambah lima kantong baru dari lokasi kejadian.
“Total sebanyak 94 kantong jenazah sebelumnya telah diterima, ditambah lima kantong jenazah baru, sehingga keseluruhan sampai Selasa mencapai 99 kantong jenazah,” ujarnya.
Proses Identifikasi Masih Berlangsung
Hendra menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 80 kantong jenazah korban longsor di Cisarua telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, masih terdapat 15 kantong jenazah yang dalam proses identifikasi oleh tim DVI.
Dari jumlah tersebut, terdapat tiga individu yang berasal dari enam kantong jenazah, sehingga proses identifikasi memerlukan waktu lebih lama karena kondisi korban.
“Meskipun operasi pencarian telah ditutup, kegiatan DVI tetap dibuka dan berjalan untuk memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi,” kata Hendra.
Berdasarkan data kepolisian, total laporan orang hilang akibat peristiwa longsor di Cisarua tersebut mencapai 104 orang. Tim DVI Polda Jawa Barat masih terus bekerja untuk memastikan seluruh korban dapat diidentifikasi secara akurat sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing. (uby)












