WWW.PASJABAR.COM – Tim Forensik Odontologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad) berpartisipasi aktif dalam proses identifikasi korban bencana tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang terjadi pada 24 Januari 2026.
Keterlibatan tim FKG Unpad merupakan tindak lanjut permintaan resmi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Penugasan dimulai sejak 26 Januari hingga 14 Februari 2026. Selama 20 hari, tim melaksanakan prosedur identifikasi.
Melalui pemeriksaan struktur gigi dan area maksilofasial, penyusunan odontogram, pengisian formulir DVI, dokumentasi postmortem, serta analisis superimposisi digital antara foto antemortem dan postmortem untuk memperkuat pencocokan identitas.
Tim terdiri dari sekitar 50 personel, yakni 45 mahasiswa program profesi (koas), 4 mahasiswa magister, serta satu dosen pembimbing sebagai ketua tim.
Kegiatan berada di bawah supervisi Prof. Fahmi Oscandar dan dikoordinasikan di lapangan oleh drg. Pande Made Maha Prasthanika dan Rahimahullah Kamilatinnisa Qurrataayuni, S.KG.
80 Korban Berhasil Diidentifikasi
Proses identifikasi dilakukan di Posko DVI Polda Jabar di Cisarua, RSUD Cibabat, serta RS Bhayangkara Sartika Asih.
Dari total 101 jenazah yang diperiksa, sebanyak 80 korban berhasil diidentifikasi, sementara 21 lainnya masih dalam proses lanjutan. Sebanyak 53 jenazah teridentifikasi melalui pemeriksaan gigi dan area maksilofasial.
Identifikasi korban menjadi tahapan krusial dalam penanganan pasca bencana untuk memastikan setiap jenazah dapat dikenali secara sah dan ilmiah. Forensik odontologi berperan strategis karena karakteristik gigi bersifat unik, relatif tahan terhadap kerusakan, dan kerap memiliki data pembanding antemortem.
Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah tantangan, seperti kondisi medan rawan longsor, keterbatasan akses dan sarana, serta dukungan logistik.
Pada beberapa kasus, metode primer seperti sidik jari dan DNA belum memberikan hasil konklusif sehingga masih menunggu pemeriksaan lanjutan dari laboratorium forensik.
Partisipasi ini menegaskan komitmen Unpad dalam pengabdian kepada masyarakat sekaligus memastikan setiap korban dikenali secara utuh dan bermartabat. (*)












