# Neneng Yanti Khozanatu Lahpan
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Nama Prof. Dr. Neneng Yanti Khozanatu Lahpan, S.Ag., M.Hum, Ph.D., kini resmi tercatat sebagai Guru Besar ke-12 di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.
Pengukuhannya sebagai Profesor di bidang Antropologi Seni Budaya bukan sekadar pencapaian karier, melainkan buah dari ketekunan luar biasa yang melintasi benua dan batas-batas kesunyian akademik.
Perjalanan akademik sosok yang akrab disapa Prof. Neneng ini dimulai jauh sebelum ia meraih gelar doktor di Australia.
Dalam dokumenter pribadinya, ia mengisahkan perjuangan awal saat harus menguasai bahasa Inggris secara mandiri.
Demi mengejar skor IELTS sebagai syarat masuk perguruan tinggi top dunia, ia tak segan “memburu” tutor hingga ke gang-gang di kawasan Dago dan lapangan Gasibu untuk mempraktikkan kemampuan berbicara.
“Menjalani status sebagai PhD student by research bukanlah jalan yang mudah,” kenang Prof. Neneng saat menceritakan masa studinya di Monash University, Clayton, Australia.
Selama tiga tahun, ia menghabiskan hari-harinya di antara tumpukan jurnal di perpustakaan, seringkali menjadi orang terakhir yang meninggalkan ruang kerjanya di Monash Institute of Graduate Research hingga harus diingatkan oleh petugas keamanan.
Ketekunannya dalam riset antropologi membawanya pada pengakuan internasional.
Salah satu pencapaian prestisiusnya adalah publikasi artikel mengenai seni buhun dan identitas lokal di jurnal BKI (Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde) yang berbasis di Leiden, Belanda.
Jurnal bereputasi Q1 ini memiliki sejarah panjang lebih dari 150 tahun, dan menembusnya merupakan pembuktian kualitas intelektual sang profesor.
Di luar kampus, Prof. Neneng dikenal sebagai sosok yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan isu-isu keagamaan.
Ia merupakan bagian dari jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) dan pengurus wilayah Fatayat NU Jawa Barat.
Melalui program “English for Ulama”, ia juga sempat bertolak ke Inggris untuk mempromosikan Islam yang toleran di hadapan publik internasional, termasuk di Parlemen Inggris dan Nottingham University.
Pengabdiannya di ISBI Bandung selama 20 tahun kini mencapai puncaknya.
Sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, ia terus berkomitmen membangun peradaban melalui seni dan budaya.
“Saya meyakini akan meraih keberhasilan di masa depan sebagai akademisi yang mencurahkan dedikasi untuk membangun peradaban,” ujarnya penuh syukur saat momen pengukuhannya.
Prof. Neneng kini menjadi inspirasi bagi banyak akademisi muda, menunjukkan bahwa kombinasi antara kecintaan pada tradisi lokal dan kemampuan beradaptasi di kancah global adalah kunci kemajuan di era modern. (tiwi)
# Neneng Yanti Khozanatu Lahpan












