BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Di tengah gaduhnya pembelian ribuan unit sepeda motor untuk transportasi distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG), guru dan siswa SMKN 8 Kota Bandung berhasil membuat prototipe kendaraan listrik khusus untuk distribusi MBG.
Kendaraan beroda empat yang diberi nama “EV Micro Cargo” merupakan hasil kerja sama dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat dalam mendukung transisi energi, terutama untuk kesiapan SDM melalui dunia pendidikan.
EV Micro Cargo sepintas terlihat mirip mobil mini atau mobil golf karena beroda empat, tetapi kelincahannya seperti sepeda motor. Kendaraan ini sangat berguna untuk mengantar distribusi MBG di daerah-daerah pelosok.
Menurut Ketua Teknik Sepeda Motor (TSM) SMKN 8, Edwin Hadiyanto, ide membuat kendaraan MBG muncul karena pemerintah saat ini sangat membutuhkan kendaraan yang hemat untuk membantu pendistribusian MBG.
“Karena itu, kami mencoba membuat kendaraan listrik yang bisa hemat BBM khusus untuk pendistribusian MBG di lingkungan sekolah,” katanya.
“Kendaraan ini mampu mengangkut 100 porsi MBG. Atas bantuan dari pihak PLN Jawa Barat, baik dari segi pembelajaran guru dan siswa maupun keuangan, EV Micro Cargo ini sebenarnya siap diproduksi massal dalam membantu pemerintah mendistribusikan MBG,” tambah Edwin.
Namun, saat ini kendaraan tersebut masih berupa prototipe. Ia berharap inovasi ini dapat dukungan dari pemerintah pusat.
“Kami berharap mendapat respons positif dari pemerintah pusat,” jelas Edwin.
Prototipe ini menghabiskan biaya Rp60 juta. Namun, Edwin yakin jika diproduksi massal, biaya akan jauh lebih murah.
Pada Senin (13/4/26), bersama SMKN 8 Bandung, yakni Deden Bhakti (Wakasek), Edwin Hadiyanto (Kepala Program Teknik Bisnis Sepeda Motor), dan Ramanitya KFP (teknisi), serta dari Hidtech Hanopa Abdul, mendapat kesempatan melakukan uji coba di depan awak media massa di Gedung PLN UID Jawa Barat, Kota Bandung.
Selain dipamerkan, kendaraan MBG juga dipamerkan dan diuji coba bersama dua sepeda motor listrik hasil konversi motor BBM menjadi motor listrik karya siswa SMKN 8 Bandung.
PLN Gulirkan Dana Rp315,6 Juta
Sementara itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat terus mendorong kesiapan sumber daya manusia di bidang kendaraan listrik melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan. Salah satu implementasinya dilakukan di SMKN 8 Bandung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memperkuat kompetensi konversi motor listrik berbasis praktik.
Sebelum adanya intervensi program pada 2025, pembelajaran terkait kendaraan listrik di SMKN 8 Bandung telah mengacu pada kurikulum nasional “perawatan dan perbaikan motor listrik dan hybrid”. Namun, implementasinya masih terbatas pada aspek teoritis, dengan fasilitas praktik yang belum memadai serta keterhubungan dengan industri yang belum optimal.
Melihat kondisi tersebut, PLN UID Jawa Barat menghadirkan dukungan komprehensif senilai Rp315,6 juta. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga mencakup penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi guru dan siswa, hingga penguatan pembelajaran berbasis praktik melalui Teaching Factory (TEFA).
–
Melalui program ini, SMKN 8 Bandung kini memiliki modul khusus konversi kendaraan listrik yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah. Proses pembelajaran menjadi lebih aplikatif dengan alokasi waktu rutin setiap minggu, didukung fasilitas baru berupa EV Class dan bengkel praktik TEFA 8 Motor.
Sebanyak 16 guru dan 165 siswa mendapatkan pelatihan langsung dari praktisi industri yang dilengkapi dengan metode evaluasi pre-test dan post-test serta sertifikasi. Dampak program juga diperluas melalui keterlibatan SMK jejaring, di mana 8 guru dan 16 siswa turut mendapatkan peningkatan kompetensi serupa.
PLN juga memberikan dukungan berupa prototipe motor listrik hasil konversi serta pengembangan inovasi Micro Cargo EV. Kendaraan ini dimanfaatkan untuk mendukung distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi media praktik langsung bagi siswa.
Transformasi pembelajaran pun mulai terlihat signifikan. Sebanyak 181 siswa kini memahami proses konversi kendaraan listrik secara komprehensif. Sementara 24 guru telah memiliki kompetensi untuk mengajarkan materi tersebut secara mandiri. Fasilitas yang tersedia juga telah memenuhi syarat untuk pengajuan bengkel konversi tersertifikasi tipe B. Bahkan membuka peluang pengembangan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Dukung Transisi Energi
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari peran PLN dalam mendukung transisi energi melalui penguatan SDM.
“PLN tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga berperan dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kendaraan listrik. Melalui kolaborasi dengan SMKN 8 Bandung, kami ingin memastikan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri benar-benar terwujud,” ujar Sugeng.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Termasuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang menjadi kunci keberhasilan transisi energi.
Hal senada dijelaskan Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jabar, Krisantus Setyawan. Menurutnya, kerja sama dengan SMKN 8 Kota Bandung ini dapat menjadi role model pengembangan kompetensi kendaraan listrik di Jawa Barat.
“Ekosistem EV dapat tumbuh secara berkelanjutan, dimulai dari dunia pendidikan,” jelasnya. (jbe)












