BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — NASA resmi menunjuk Voyager Technologies untuk menjalankan misi astronot swasta ketujuh ke International Space Station (ISS).
Misi ini ditargetkan meluncur paling cepat pada tahun 2028 dari Florida, Amerika Serikat.
Informasi ini dikutip dari siaran pers yang dikirim NASA pada Kamis (16/4/2026).
Dorong Ekonomi Antariksa Komersial
Penunjukan ini menjadi tonggak penting karena merupakan pertama kalinya Voyager dipilih untuk misi astronot swasta ke ISS.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen NASA dalam mendorong pertumbuhan ekonomi komersial di orbit rendah Bumi (low Earth orbit).
Administrator NASA, Jared Isaacman, menegaskan bahwa misi astronot swasta kini menjadi katalis penting bagi inovasi.
“Setiap mitra baru membawa kemampuan segar yang mendekatkan kita pada masa depan dengan banyak stasiun luar angkasa komersial dan pasar yang berkelanjutan di orbit rendah Bumi,” ujarnya.
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang terlibat, NASA berharap dapat mempercepat pengembangan teknologi serta membuka peluang industri baru di luar angkasa.
Detail Misi VOYG-1
Misi yang diberi nama VOYG-1 ini direncanakan berlangsung hingga 14 hari di ISS.
Namun, jadwal pasti peluncuran akan ditentukan berdasarkan lalu lintas wahana di stasiun luar angkasa serta pertimbangan teknis lainnya.
Voyager akan mengusulkan empat kandidat astronot kepada NASA dan mitra internasional untuk ditinjau.
Setelah mendapat persetujuan, para kru akan menjalani pelatihan intensif bersama NASA dan penyedia layanan peluncuran.
Kolaborasi dan Layanan di Orbit
Dalam misi ini, Voyager akan membeli berbagai layanan dari NASA, termasuk kebutuhan kru, pengiriman kargo, penyimpanan, hingga sumber daya operasional di orbit.
Sebaliknya, NASA akan memanfaatkan misi ini untuk mengembalikan sampel ilmiah ke Bumi, terutama yang memerlukan kondisi suhu rendah selama perjalanan.
CEO Voyager, Dylan Taylor, menyebut kerja sama ini sebagai validasi atas investasi jangka panjang perusahaan dalam infrastruktur luar angkasa.
“Misi ini adalah pijakan menuju masa depan eksplorasi ruang angkasa manusia yang lebih kuat dan berkelanjutan,” katanya.
Dukung Misi ke Bulan dan Mars
Misi di ISS, termasuk misi swasta seperti VOYG-1, memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di lingkungan mikrogravitasi.
Upaya ini juga menjadi bagian dari persiapan jangka panjang NASA untuk eksplorasi luar angkasa yang lebih jauh, termasuk program Artemis program yang menargetkan pengiriman manusia kembali ke Bulan dan pada akhirnya ke Mars.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, era baru ekonomi antariksa diprediksi akan semakin berkembang pesat dalam dekade mendatang. (*/tie)












