LONDON, WWW.PASJABAR.COM – Keberhasilan Arsenal melaju ke babak semifinal Liga Champions 2025/2026 ternyata meninggalkan kesan negatif bagi sang lawan. Kapten Sporting Portugal, Morten Hjulmand, secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap gaya permainan The Gunners yang dianggapnya sangat membosankan dan merusak estetika sepak bola.
Arsenal memastikan langkah ke empat besar setelah menahan imbang Sporting dengan skor 0-0 pada leg kedua di Emirates Stadium.
Berkat kemenangan tipis 1-0 di leg pertama, tim asuhan Mikel Arteta berhak melaju dengan keunggulan agregat. Namun, bagi Hjulmand, cara Arsenal meraih hasil tersebut jauh dari kata mengesankan.
Rekor Terburuk di Liga Champions Musim Ini
Pertandingan antara Arsenal vs Sporting tercatat sebagai salah satu laga paling minim peluang sepanjang musim ini.
Data menunjukkan total Expected Goals (xG) pertandingan hanya berada di angka 0,93. Ini merupakan angka xG terendah dalam satu pertandingan di Liga Champions 2025/2026.
Angka xG yang tidak sampai 1,0 tersebut menggambarkan betapa sedikitnya ancaman nyata yang tercipta di depan gawang.
Sporting sempat mengancam lewat aksi Geny Catamo yang membentur tiang gawang, namun setelah itu, Arsenal tampil sangat pragmatis dengan memperlambat tempo dan menumpuk pemain di lini pertahanan.
Kekecewaan Kapten Sporting
Morten Hjulmand menilai bahwa Arsenal sengaja melakukan berbagai gangguan untuk merusak ritme permainan timnya. Taktik “mengulur waktu” yang diperagakan tuan rumah menjadi sorotan utama gelandang asal Denmark tersebut.
“Jika saya adalah penonton netral, itu bukanlah cara yang ingin saya tonton. Kami ingin mencetak gol dan menciptakan peluang, tetapi permainan terus-menerus terhenti,” ujar Hjulmand dengan nada frustrasi usai laga.
Ia menambahkan bahwa sikap defensif Arsenal membuat pertandingan menjadi tidak menarik. “Saya merasakan banyak gangguan, terutama saat bola mati, dan itu menghabiskan banyak waktu.
Saat kami sudah menemukan ritme, ada saja hal yang membuat laga terhenti. Jujur saja, mereka tim yang membosankan malam ini.”
Fokus ke Laga Krusial Berikutnya
Meski dihujani kritik soal gaya bermain, Arsenal tidak punya banyak waktu untuk peduli. Pekan ini, mereka harus bersiap menghadapi laga penentu gelar juara Liga Inggris melawan Manchester City.
Kekalahan di laga tandang tersebut akan membuat posisi mereka di puncak klasemen terancam oleh kejaran skuad Pep Guardiola.
Di sisi lain, Sporting Portugal harus segera melupakan kegagalan di Eropa. Mereka dijadwalkan melakoni laga derby bergengsi di Liga Portugal melawan Benfica. Laga ini semakin menarik karena Benfica kini dipimpin oleh pelatih legendaris, José Mourinho.
Kemenangan menjadi mutlak bagi Hjulmand dan kolega jika ingin tetap memimpin persaingan menuju takhta juara domestik.












