BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Semangat solidaritas kemanusiaan kembali membara di jantung Kota Bandung. Ratusan massa dari berbagai daerah di Jawa Barat memadati pelataran Gedung Merdeka pada Jumat (17/4/2026) dalam agenda “Aksi Damai dan Solidaritas Palestina”.
Aksi yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (DPW ABI) Jawa Barat ini menjadi panggung bagi masyarakat untuk menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Sejak siang hari, peserta aksi mulai berdatangan dengan membawa atribut perjuangan, mulai dari bendera Merah Putih, bendera Palestina, hingga bendera Iran sebagai simbol perlawanan terhadap penindasan.
Aksi berlangsung dengan tertib dan khidmat, meskipun orasi-orasi yang disampaikan para tokoh masyarakat terdengar sangat lantang mengecam ketidakadilan global.
Pernyataan Sikap di Gedung Merdeka
Sebagai puncak dari kegiatan tersebut, DPW ABI Jawa Barat membacakan pernyataan sikap resmi yang menekankan pentingnya peran Indonesia dalam kancah diplomatik dunia.
Ada lima poin utama yang menjadi tuntutan massa aksi:
-
Kemerdekaan Penuh dan Boikot Global: Mengutuk keras pendudukan Israel dan menuntut kemerdekaan penuh bagi Palestina dengan Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibu kotanya. Massa juga mendorong masyarakat internasional untuk melakukan boikot global terhadap produk-produk yang berafiliasi dengan pendudukan tersebut.
-
Kritik Terhadap Peran AS: Menolak peran Amerika Serikat yang dinilai sebagai penyokong utama kebijakan Israel. Di sisi lain, massa memberikan apresiasi kepada Iran atas konsistensinya dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
-
Keadilan bagi Prajurit TNI di UNIFIL: Menuntut keadilan atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Massa mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengevaluasi keanggotaan dalam Board of Peace (BOP).
-
Kedaulatan Wilayah Nasional: Menegaskan penolakan terhadap penggunaan wilayah Indonesia untuk kepentingan militer asing yang dinilai dapat mengancam kedaulatan NKRI.
-
Tolak Normalisasi: Menolak segala bentuk upaya normalisasi hubungan dengan Israel, baik di tingkat diplomatik, ekonomi, maupun budaya.
Amanat Konstitusi dan Kemanusiaan
Dalam orasi penutupnya, pimpinan aksi mengingatkan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan sekadar isu agama.
Melainkan amanat konstitusi Indonesia yang dengan tegas menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.
“Kegiatan ini merupakan pengingat bagi kita semua dan para pemangku kebijakan bahwa Indonesia memiliki hutang sejarah dan moral untuk menentang segala bentuk penjajahan,” ujar salah satu orator di hadapan massa.
Melalui aksi damai ini, elemen masyarakat yang hadir mengajak publik luas untuk tidak berhenti menyuarakan keadilan.
Mereka mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas dan berani di forum-forum internasional guna menghentikan kekerasan yang terus terjadi di tanah Palestina.












