RIYADH, WWW.PASJABAR.COM – Kabar mengejutkan datang dari jagat sepak bola Timur Tengah. Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) secara resmi mengumumkan pemecatan pelatih kepala tim nasional mereka, Herve Renard. Keputusan ini menjadi buah bibir lantaran diambil hanya kurang dari dua bulan sebelum kick-off Piala Dunia 2026 dimulai.
Langkah drastis yang diambil SAFF ini tergolong sangat berisiko. Pasalnya, Renard adalah sosok yang berjasa membawa The Green Falcons memastikan satu tiket ke putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pelatih asal Prancis tersebut baru saja kembali menahkodai Arab Saudi pada akhir 2024 silam untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Roberto Mancini.
Respons Tenang Sang Pelatih
Herve Renard, yang kini berusia 57 tahun, menanggapi pemutusan kontraknya dengan sikap yang sangat profesional dan tenang. Bagi pelatih yang dikenal dengan kemeja putih ikoniknya ini, dinamika kepelatihan adalah hal yang lumrah dalam industri sepak bola modern.
“Itulah sepak bola… Arab Saudi sudah tujuh kali lolos ke Piala Dunia, termasuk dua kali bersama saya,” ujar Renard sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Jumat (17/4/2026).
Pernyataan tersebut merujuk pada kesuksesan sebelumnya di mana ia membawa Arab Saudi tampil impresif di Piala Dunia 2022 Qatar, termasuk saat menorehkan sejarah dengan mengalahkan Argentina 2-1 di fase grup—satu-satunya tim yang berhasil menumbangkan sang juara dunia di turnamen tersebut.
Rekam Jejak dan Ambisi Besar Arab Saudi Bersama Herve Renard
Keputusan SAFF ini mengakhiri periode kedua Renard yang tergolong singkat. Sebelumnya, Renard sempat meninggalkan Arab Saudi pada 2023 untuk melatih tim nasional putri Prancis. Namun, setelah Roberto Mancini gagal memenuhi ekspektasi selama 14 bulan menjabat, SAFF memanggil kembali Renard untuk menstabilkan performa tim.
Renard sendiri bukanlah pelatih sembarangan. Ia merupakan kolektor dua gelar Piala Afrika bersama dua negara berbeda (Zambia dan Pantai Gading). Reputasinya sebagai spesialis turnamen internasional sebenarnya diharapkan mampu membawa Arab Saudi melampaui pencapaian babak 16 besar yang pernah diraih pada tahun 1994.
Ujian Berat di Grup H
Dengan pemecatan ini, Arab Saudi kini harus berpacu dengan waktu untuk mencari pengganti yang tepat. Di Piala Dunia 2026 mendatang, mereka tergabung dalam grup yang cukup berat, yakni Grup H, bersama raksasa Eropa Spanyol, kekuatan Amerika Latin Uruguay, serta tim kuda hitam Tanjung Verde.
Seluruh pertandingan fase grup Arab Saudi akan berlangsung di Amerika Serikat. Ambisi besar negara ini di kancah sepak bola tidak hanya berhenti pada edisi 2026; mereka juga tengah mempersiapkan diri secara masif untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.
Penunjukan pelatih baru nantinya akan menjadi krusial, tidak hanya untuk prestasi jangka pendek di Amerika Serikat, tetapi juga sebagai fondasi proyek besar jangka panjang sepak bola mereka.












