WWW.PASJABAR.COM – Kapten Persib Bandung Marc Klok dirundung kabar tak sedap. Ia dituding kubu Bhayangkara FC melakukan rasisme terhadap striker mereka, Henry Doumbia.
Marc Klok sendiri sudah menyampaikan klarifikasinya. Yang terjadi justru hanya kesalahpahaman. Bahkan, menurutnya para pemain dari Bhayangkara FC sudah paham duduk persoalan yang terjadi.
Pelatih Bojan Hodak pun turut buka suara menanggapi kabar tersebut. Ia merasa tudingan itu janggal.
Menurutnya, setiap jengkal kejadian di lapangan hijau berada di bawah pengawasan ketat wasit dan pemain lainnya. Logikanya sederhana, jika ada kata-kata kotor atau rasis yang terlontar, sang pengadil lapangan tak akan tinggal diam.
“Kejadian itu berlangsung di dekat wasit dan beberapa pemain lain. Wasit yang memimpin juga memiliki reputasi tinggi. Jika ada ucapan yang tidak pantas, seharusnya sudah langsung ditindak,” kata Bojan Hodak, Minggu (3/5/2026).
Pria asal Kroasia itu tak sekadar berasumsi. Ia mengaku telah bergerak cepat melakukan investigasi internal di tubuh ‘Maung Bandung’.
Komunikasi intens dilakukan dengan para pemain yang berada di pusaran insiden tersebut. Tujuannya untuk menggali kebenaran yang sesungguhnya.
Dari hasil penelusuran itu, Bojan Hodak meyakini tidak ada satu pun unsur rasisme yang terjadi. Ia menduga ada miskomunikasi, mengingat keberagaman bahasa yang digunakan para pemain di atas lapangan seringkali memicu makna yang berbeda.
“Saya sudah bertanya kepada beberapa pemain kami setelah pertandingan dan mereka menyatakan tidak ada kejadian seperti yang dituduhkan. Kemungkinan hanya salah pengertian di lapangan,” jelasnya.
Namun, di balik pembelaannya, terselip rasa kecewa. Bojan Hodak menyayangkan langkah manajemen Bhayangkara FC yang terburu-buru mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu sensitif ini sebelum fakta benar-benar terbuka lebar.
Ia khawatir, narasi yang berkembang liar tanpa klarifikasi yang jernih justru akan merusak kondusivitas sepak bola Tanah Air. Ia pun menuntut penjelasan ulang agar duduk persoalan kembali jernih.
“Saya cukup menyayangkan pernyataan itu. Sebaiknya ada penjelasan ulang agar tidak merugikan pihak mana pun,” tegas Bojan Hodak.
Klarifikasi
Sementara itu, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar mengaku sudah melakukan klarifikasi terhadap Marc Klok. Menurutnya, Marc Klok tak mungkin melakukan rasisme karena istrinya juga keturunan kulit berwarna hitam.
“Dia (Marc Klok) bersumpah sama saya. ‘Istri saya saja orang hitam, ya gimana, masak saya harus rasis dan membawa nama orang hitam’, gitu (kata Marc Klok),” tutur Umuh.
Meski diterpa isu tak sedap, ia berharap Marc Klok dan para pemain Persib lainnya tetap fokus. Sebab, ada laga penting yang harus dihadapi di depan mata. Persib mesti melawan PSIM Yogyakarta di Stadion GBLA, Senin (4/5/2026).
“Besok kita main habis-habisan lah ya,” tegas Umuh. (ars)












