CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 8 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Harapan dan Kecemasan Terhadap Pemerintahan Prabowo Gibran

Hanna Hanifah
5 Februari 2025
pemerintahan prabowo-gibran

Prabowo-Gibran. (foto: gerindra.id)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Prof. Dr. H. Yaya Mulyana Abdul Azis, M.Si, Wakil Direktur I Bidang Akademik Pascasarjana Unpas dan Ketua Litbang Paguyuban Pasundan.

Oleh: Prof. Dr. H. Yaya Mulyana Abdul Azis, M.Si, Wakil Direktur I Bidang Akademik Pascasarjana Unpas dan Ketua Litbang Paguyuban Pasundan (Pemerintahan Prabowo Gibran)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Beragam pandangan dan pendapat masyarakat serta ilmuwan terhadap 100 hari pemerintahan Prabowo Subianto muncul, ada yang positif tetapi tidak sedikit juga yang pesimis dan negatif. Beragam kebijakan dan tindakan disorot dan menimbulkan kontroversi, misalnya masalah pagar laut yang menjerat dan menelikung banyak aparat dan instansi, rendahnya vonis korupsi timah, masalah food estate, program makan siang gratis, efisiensi anggaran tetapi kabinet yang gemuk, kenaikan pajak PPh 12%, serta perilaku menteri dan wakil menteri seperti demonstrasi para pegawai Kemenristekdikti terhadap Menteri Satrio. Demikian juga isu kasus judi online yang menyerang mantan Menteri Kominfo Budi Arei, yang juga Ketua Projo, serta boomerang bagi Menteri Bahlil dalam masalah gas elpiji 3 kg.

Namun, ada juga beberapa kebijakan yang direspons positif dan menimbulkan harapan, seperti rencana pemberantasan korupsi, menghukum aparat bermasalah, efisiensi anggaran, serta pengisian kursi kabinet dengan orang-orang profesional.

Masalah lain yang menjadi sorotan dan menimbulkan kecurigaan publik adalah adanya “dua matahari kembar,” di mana Prabowo seolah-olah tersandera oleh mantan Presiden Jokowi karena anaknya menjadi wakil presiden dan berkontribusi dalam kemenangan Pilpres. Hal ini menimbulkan anggapan bahwa Prabowo tidak bertindak orisinal sesuai kewenangannya, terlebih sekitar 50 persen pejabat di kabinet masih merupakan peninggalan Jokowi. Kecurigaan ini diperkuat oleh beberapa kunjungan Prabowo ke Solo. Kemarahan netizen terlihat jelas dalam berbagai meme dan video di media sosial terhadap mantan Presiden Jokowi yang dianggap tidak santun dan terus campur tangan.

Baca juga:   Jawa Barat Komitmen untuk Kembangkan Pencak Silat

Respon Positif dan Survei

Di antara respons positif, survei Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan bahwa kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo dan Kabinet Merah Putih mencapai 79,3 persen. Bahkan, survei yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan tingkat kepuasan sebesar 80,9 persen. Indikator Politik juga menyatakan bahwa saat ini belum ada indikasi masa bulan madu politik antara Prabowo dan rakyat Indonesia akan berakhir, terlebih ketika ada isu yang berpotensi menurunkan kepuasan publik, Presiden dan jajarannya dapat menyikapi dengan baik.

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa hasil survei Indikator Politik Indonesia menjadi tantangan bagi Presiden Prabowo untuk menjalankan roda pemerintahan ke depannya. Menurut dia, angka kepuasan publik sebesar 79,3 persen menjadi tantangan karena penilaian tersebut baru mencakup 100 hari kerja. “Ini tentu saja harus bisa melaksanakan pemerintahan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Puan. Ia mengapresiasi Presiden Prabowo terkait hasil survei tersebut namun mengingatkan agar program-program pemerintah ke depannya mengutamakan kesejahteraan rakyat. Selain itu, Puan juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis yang dinilai perlu terus dievaluasi dan disempurnakan oleh pemerintah. DPR, menurutnya, akan tetap mengawal program tersebut agar pemerintah melakukan evaluasi sehingga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Baca juga:   Laga Hidup-Mati! Timnas Indonesia U-23 Harus Kalahkan Korea Selatan di Sidoarjo

Sementara itu, Ekonom Josua Pardede memandang pemerintahan Prabowo-Gibran dalam 100 hari pertama menunjukkan komitmen kuat. Dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi melalui berbagai kebijakan strategis. “Langkah-langkah seperti reformasi subsidi energi, penguatan cadangan pangan, diversifikasi konsumsi pangan lokal, dan peningkatan efisiensi distribusi pangan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia, khususnya dalam menjaga daya beli masyarakat dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Josua. Ia menyebutkan terkendalinya inflasi pada Oktober-Desember 2024 yang masih terjaga dalam target sasaran inflasi.

Respon Pesimis dan Negatif

Di samping respons positif, tidak sedikit juga yang pesimis dan negatif. Misalnya, dalam Opini Tempo (3-9 Februari 2024) disebutkan bahwa dari 100 hari pemerintahan Prabowo Subianto, dapat diperkirakan apa yang akan terjadi pada tahun-tahun mendatang: militerisme menguat, supremasi sipil melemah, dan demokrasi berada di tubir jurang. Tanda-tanda ke arah sana terlihat jelas. Karena pemerintahan Prabowo tidak hanya memberikan karpet merah kepada militer. Tetapi juga mewarisi demokrasi yang sudah dilemahkan oleh pemerintahan Jokowi.

Selama tiga bulan pertama pemerintahannya, Prabowo mengerahkan kembali tentara dalam banyak urusan negara. Seperti pengerahan militer untuk menggarap lumbung pangan, penerbitan kawasan hutan, program makan bergizi gratis, dan penyelenggaraan haji. Tugas-tugas tersebut tidak termasuk dalam operasi militer selain perang sebagaimana tercantum dalam UU TNI. Dalam lima tahun ke depan, militer diprediksi akan makin mencengkeram. Kementerian Pertahanan berencana menambah Kodam dari 15 menjadi 37 hingga 2029. Setiap tahun selama lima tahun ke depan, pemerintah juga akan menambah 100 batalion infanteri teritorial untuk mempercepat pembangunan. Tiap batalion akan memiliki kompi yang mengurusi peternakan, perikanan, pertanian, dan kesehatan.

Baca juga:   Mimpi Buruk di Kualifikasi! Timnas Putri Indonesia Kalah dari Pakistan Gara-Gara Gol Bunuh Diri

Menurut Opini Tempo, runtuhnya supremasi sipil akan melapangkan jalan terciptanya otoritarianisme dalam wujud baru. Bukan otoritarianisme konvensional yang melenyapkan demokrasi dan meneror warga, melainkan demokrasi pura-pura. Ilmuwan politik Steven Levitsky dan Lucan Way menyebutnya otoritarianisme kompetitif.

Di tengah badai kontroversi tersebut, masyarakat tetap menaruh harapan besar. Akan perubahan dan perbaikan kondisi kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan agar lebih baik. Harapannya, negara kembali kepada jati dirinya sebagai pelayan publik. Sesuai dengan makna Republik (Res Publica) yang berarti “kembali ke publik”. Namun, ada juga kecemasan bahwa negara bisa berbelok hanya melayani kepentingan elite dan oligarki. Sementara rakyat sebagai pemegang kedaulatan terus terpinggirkan dan termiskinkan. Semoga kecemasan ini tidak terwujud dan harapan baiklah yang akan datang. Semoga. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: pemerintahan prabowoPrabowo-Gibran


Related Posts

Presiden Prabowo
HEADLINE

100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran

20 Januari 2025
Presiden Jokowi Minta Presiden dan Wapres Terpilih Langsung Bekerja
HEADLINE

Presiden Jokowi Minta Presiden dan Wapres Terpilih Langsung Bekerja

24 April 2024
Seluruh Permohonan Anies-Muhaimin Sidang Putusan PHPU Pilpres 2024 Hari Ini Tak Dihadiri Prabowo-Gibran
PASNUSANTARA

Sidang Putusan PHPU Pilpres 2024 Hari Ini Tak Dihadiri Prabowo-Gibran

22 April 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Fabio Grosso sorot kinerja barisan pertahanan Sassuolo usai dibantai Juventus. (AFP/MARCO BERTORELLO)
HEADLINE

Grosso Buka Suara Usai Kekalahan Sassuolo: Soroti Blunder Jay Idzes dan Kualitas Elite Juventus

8 Januari 2026

REGGIO EMILIA, WWW.PASJABAR.COM – Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, memberikan evaluasi mendalam setelah timnya dibungkam Juventus dengan skor...

Foto: Arsenal FC via Getty Images/David Price

Arsenal vs Liverpool: Momentum Puncak Meriam London dan Prediksi Skor 3-1 Harry Redknapp

8 Januari 2026
Inter Milan harus gigit jari setelah Joao Cancelo memilih Barcelona pada bursa transfer Januari 2026. (Foto: IG @jpcancelo)

Joao Cancelo Pilih Barcelona, Inter Milan Tutup Pintu untuk Bek Sayap Baru di Januari

7 Januari 2026
Klub milik orang Indonesia, Como 1907 berhasil memetik kemenangan atas Pisa pada pekan ke-19 Liga Italia 2025-2026. (X.COM/HQPCRT)

Como 1907 Tembus Zona Liga Champions! Bungkam Pisa 3-0 Lewat Dominasi Babak Kedua

7 Januari 2026
Kaesang Pangarep kukuhkan kepengurusan PSI Jabar di Soreang. Targetkan 5 juta suara pada 2029 dan pembentukan pengurus hingga tingkat desa. (fal/pasjabar)

Kaesang Pangarep Kokohkan Struktur PSI Jawa Barat: Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Desa dan 5 Juta Suara

7 Januari 2026

Highlights

Como 1907 Tembus Zona Liga Champions! Bungkam Pisa 3-0 Lewat Dominasi Babak Kedua

Kaesang Pangarep Kokohkan Struktur PSI Jawa Barat: Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Desa dan 5 Juta Suara

Gubernur Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Resmi Hentikan Pendanaan Masjid Raya Bandung karena Status Wakaf

Jonathan David Menyala! Juventus Bungkam Sassuolo Tiga Gol Tanpa Balas

Darren Fletcher Tantang Pemain MU Hadapi Kritik Legenda: “Terima Tekanannya, Itulah Standar Manchester United!”

Pengadilan Agama Bandung Kabulkan Gugatan Cerai Atalia Praratya

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.