BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sidang Promosi Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) digelar pada Rabu (26/2/2025) di Aula Mandalasaba Dr. Djoenjoenan, Gedung Paguyuban Pasundan, Kota Bandung.
Dalam sidang ini, Euis Ratnaningsih berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Implementasi Kebijakan Keterwakilan Politisi Perempuan pada Lembaga Legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat”.
Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Bambang Heru P, M.S., dengan Prof. Dr. R. Taqwaty Firdausijah, M.Si. sebagai promotor serta Prof. Dr. Lia Muliawaty, M.Si. sebagai co-promotor.
Bertindak sebagai penelaah dan penguji adalah Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., Prof. Dr. H. Soleh Suryadi, M.Si., dan Prof. Dr. H. Kamal Alamsyah, M.Si.
Fokus Penelitian dan Hasil yang Dicapai
Dalam penelitiannya, Euis menyoroti berbagai tantangan. Dalam implementasi kebijakan afirmatif keterwakilan perempuan di legislatif Jawa Barat.
Ia mengidentifikasi beberapa hambatan utama, antara lain:
- Stereotip gender yang masih kuat dalam masyarakat
- Kurangnya pendidikan politik bagi perempuan
- Kendala finansial, terutama tingginya biaya kampanye
- Kurangnya komitmen partai politik dalam menempatkan perempuan di posisi strategis
- Stigma sosial serta minimnya dukungan keluarga dan akses sumber daya
- Peran media yang sering kali memperkuat stereotip gender
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis, memungkinkan fleksibilitas dalam pengumpulan data melalui wawancara, fokus grup, dan observasi.
Euis menemukan bahwa implementasi kebijakan tersebut belum optimal, jika ditinjau dari enam dimensi teori Van Meter dan Horn. Yaitu: standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, aktivitas implementasi dan komunikasi antar organisasi, karakteristik agen pelaksana, kondisi sosial ekonomi dan politik, serta kecenderungan pelaksana kebijakan.
Sebagai pengembangan dari teori tersebut, Euis menambahkan tiga dimensi baru dalam model implementasi kebijakannya. Yaitu: sinergitas, komitmen, dan pengembangan kapasitas.
Motivasi dan Harapan Euis
Usai sidang, Euis mengungkapkan bahwa motivasi penelitiannya berangkat dari pengalamannya. Sebagai pengurus DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPP) Jawa Barat dan Puspa Jawa Barat.
“Saya sudah melihat banyak masalah yang sangat pelik dalam keterwakilan perempuan di legislatif. Dengan penelitian ini, saya berharap bisa memberikan kontribusi pemikiran agar implementasi kebijakan ini lebih efektif. Karena meskipun aturan sudah ada, masih banyak kendala dalam pelaksanaannya,” ujar Euis.
Euis dinyatakan lulus dengan IPK 3,65 dan memperoleh yudisium sangat memuaskan. Ia menjadi lulusan ke-277 di Program Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Unpas.
Ke depan, ia berencana untuk menuangkan hasil penelitiannya ke dalam sebuah buku.
“Harapan saya, buku ini bisa bermanfaat dan membawa berkah bagi semua,” katanya.
Euis juga menyampaikan apresiasi terhadap lingkungan akademik di Unpas.
“Saya merasa sangat nyaman di Unpas. Alhamdulillah, saya menyelesaikan studi ini dalam waktu 3,5 tahun. Dan dukungan dari dosen serta para profesor sangat luar biasa. Saya ingin mengajak teman-teman yang baru mencapai S2 untuk melanjutkan ke jenjang S3. Semoga Unpas semakin maju, jaya, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (han)