BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Di era komunikasi yang sudah sangat terbuka seperti sekarang, Paguyuban Pasundan memang ditantang untuk responsive dan mampu mengartikulasikan karya dan jasanya bagi masyarakat secara jelas dan lugas.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H.M Didi Turmudzi M.Si,
dalam Ngistrenan Pengurus Cabang Paguyuban Pasundan Se Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Pengurus Wilayah
Paguyuban Pasundan Provinsi NTB dan Pengurus Cabang Paguyuban Pasundan Kab/Kota Se Provinsi NTB Masa
Bakti 2025-2030, dengan Mapag Ramadan 1446H di Mandala Saba Dr. Joenjoen Jalan Suamtera 41 Bandung.
“Tidak perlu khawatir dengan pepatah goong nabeuh manéh, sebab publikasi karya dan prestasi menjadi suatu keharusan agar masyarakat umum mengetahui apa saja yang sudah dilakukan sehingga Paguyuban Pasundan dapat lebih dihargai,” Tegasnya.
Disebutkannya, Paguyuban Pasundan, sebagai organisasi yang telah menorehkan sejarah panjang dalam perjuangan budaya dan pendidikan masyarakat Sunda, kini menghadapi tantangan baru di era modern.
Dalam perjalanannya, Paguyuban Pasundan tidak hanya berperan sebagai wadah kebersamaan masyarakat Sunda, tetapi juga sebagai motor penggerak kemajuan intelektual, sosial, dan ekonomi.
Pencapaian dan Tantangan
Pencapaian Paguyuban Pasundan saat ini dapat dilihat dari eksistensinya yang terus berkembang, baik dalam bidang pendidikan, kebudayaan, maupun sosial kemasyarakatan.
Dengan memiliki 118 sekolah dan 4 perguruan tinggi, Paguyuban Pasundan memiliki potensi besar dalam mencetak kader-kader berkualitas yang dapat berkontribusi bagi daerah dan bangsa.
Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana mengartikulasikan pencapaian ini secara efektif kepada masyarakat agar semakin luas diketahui dan dihargai.
Untuk menghadapi tantangan zaman, Paguyuban Pasundan menyiapkan sembilan strategi utama yang akan menjadi pilar utama dalam menjalankan misinya yakni kaderisasi tanpa henti,
komunikasi intensif melalui pemanfaatan teknologi dengan masyarakat luas,
dialog terbuka pusat dan cabang melalui sinergi antara pengurus pusat dan cabang, penyelenggaraan kegiatan kesundaan.
“Sebagai rumah besar bagi kebudayaan Sunda, Paguyuban Pasundan akan terus mengadakan berbagai kegiatan
budaya yang tidak hanya melibatkan internal organisasi, tetapi juga masyarakat luas dan lembaga lain yang memiliki kepedulian terhadap budaya Sunda,” tuturnya.
Spirit Pasundan
Selain itu ada penguatan system keorganisasian, menebar spirit Pasundan, pemberdayaan perempuan dan
pemuda, terlibat dalam proyeksi Indonesia masa depan serta aspirasi politik yang jelas.
“Meski bukan partai politik, Paguyuban Pasundan memiliki tanggung jawab dalam membangun kesadaran politik yang sehat bagi masyarakat.
Melalui Akademi Budaya Sunda (ABS), pendidikan politik akan dikembangkan guna membangun pemikiran kritis dan etika politik yang berorientasi pada pengabdian,” tegas Prof Didi. (*)
# Prof Didi Turmudzi Paguyuban Pasundan
# Prof Didi Turmudzi Paguyuban Pasundan