WWW.PASJABAR.COM – Tantangan baru bertajuk USC Ice Bucket Challenge tengah viral di kalangan remaja dalam beberapa minggu terakhir.
Meski aksi menyiramkan air es ke kepala teman terlihat seru dan menghibur, tantangan ini membawa misi serius: meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental.
Terinspirasi dari Ice Bucket Challenge tahun 2014 yang sukses menggalang lebih dari 115 juta dolar untuk penelitian penyakit ALS. Tantangan terbaru ini diciptakan oleh Mind Club di University of South Carolina (USC) bekerja sama dengan organisasi nirlaba Active Minds.
Diluncurkan pada akhir Maret 2025, USC Ice Bucket Challenge kini telah meluas ke berbagai komunitas dan sekolah di seluruh dunia.
Untuk berpartisipasi, seseorang cukup membuat video disiram air es. Menominasikan teman lainnya, berdonasi, dan membagikan video tersebut di media sosial.
Tujuan USC Ice Bucket Challenge
USC Ice Bucket Challenge bertujuan:
- Meningkatkan kesadaran tentang pencegahan bunuh diri
- Menghapus stigma seputar kesehatan mental
- Mendorong praktik mindfulness di kalangan muda
Tantangan ini juga menjadi sarana untuk menggalang dana bagi Active Minds. Yang berfokus pada perubahan persepsi kesehatan mental di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Mengapa Menggunakan Air dan Es?
Pemilihan air dan es tidak hanya untuk efek visual dramatis, tapi juga memiliki makna:
- Daya Tarik Viral: Aksi ekstrem ini menarik perhatian luas di media sosial, mendorong lebih banyak orang mencari tahu tujuan di baliknya.
- Aksesibilitas: Siapa pun bisa melakukannya, memperkuat rasa kebersamaan dalam memperjuangkan isu kesehatan mental.
- Simbol Discomfort: Rasa tidak nyaman dari guyuran air es merepresentasikan pentingnya keberanian untuk berbicara. Tentang ketidaknyamanan mental yang sering tersembunyi.
Sejauh Mana Dampaknya?
Seperti tren viral lainnya, ada kekhawatiran bahwa sebagian peserta mengikuti tantangan hanya untuk kesenangan tanpa memahami pesan utamanya.
Namun, sejauh ini USC Ice Bucket Challenge telah berhasil mengumpulkan lebih dari 240 ribu dolar untuk Active Minds. Sekaligus membuka ruang percakapan baru tentang kesehatan mental di berbagai komunitas.
Penggunaan Donasi
Dana yang terkumpul disalurkan ke Active Minds, organisasi nirlaba terbesar di Amerika Serikat dalam bidang kesehatan mental remaja.
Dengan lebih dari 600 chapter di sekolah dan universitas, Active Minds aktif menyelenggarakan kampanye, pelatihan pembicara, serta advokasi kebijakan. Untuk memperkuat pendidikan dan pemahaman tentang kesehatan mental. (han)












