WWW.PASJABAR.COM – Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak mengapresiasi performa Thom Haye yang semakin impresif di lini tengah Maung Bandung. Pemain yang juga andalan Timnas Indonesia itu kini mulai menunjukkan kualitas terbaiknya setelah melewati masa adaptasi panjang.
Kembali Menjadi Sorotan
Performa apik Haye kembali menjadi sorotan usai tampil dominan dan terpilih sebagai man of the match dalam laga kontra PSBS Biak pada lanjutan Super League 2025–2026. Kehadirannya dinilai memberikan keseimbangan hingga kendali permainan di sektor tengah Persib.
“Thom adalah pemain yang sangat bagus. Sekarang dia mulai menunjukkan kualitas yang sebenarnya,” ujar Bojan, Senin (20/10/2025).
Menurut pria asal Kroasia itu, proses adaptasi Haye memang tidak berlangsung instan. Sang pemain baru bergabung setelah Persib melewati masa pramusim dan menjalani beberapa laga. Sehingga, ia sempat tertinggal dalam hal kebugaran dan ritme pertandingan.
“Dia tidak ikut pramusim. Saat datang, kami sudah beberapa kali bermain di liga. Jadi, wajar kalau dia agak kelelahan di awal,” ungkap Bojan Hodak.
Namun, kini situasi itu berubah. Thom Haye perlahan menunjukkan peningkatan signifikan dari laga ke laga. Bojan menilai setiap pertandingan menjadi momentum bagi pemain berusia 29 tahun itu untuk lebih memahami karakter permainan Persib serta dinamika di kompetisi domestik.
“Sekarang setiap pertandingan dia tampil lebih baik dari sebelumnya. Itu bagus untuk tim dan juga untuk Tim Nasional Indonesia,” jelas Bojan Hodak.
Bojan Hodak sendiri menilai kehadiran pemain berkualitas seperti Thom Haye memberikan dampak positif. Tidak hanya bagi klub, tetapi bagi perkembangan pemain lokal.
Regulasi dibolehkannya tujuh pemain asing tampil sekaligus juga memberikan dampak positif lainnya Para pemain lokal akan ‘terkerek’ kualitasnya.
“Sebelum musim dimulai, banyak yang bertanya kenapa tujuh pemain asing boleh bermain bersamaan. Tapi saya bilang, dengan begitu pemain lokal akan ikut berkembang. Mereka akan berusaha berada di level terbaiknya,” tegasnya.
Bojan juga menyoroti ketatnya persaingan musim ini. Menurutnya, kualitas tim-tim peserta Super League semakin merata, sehingga tidak ada lagi laga yang bisa dianggap mudah.
“Sekarang hampir semua tim punya kekuatan yang seimbang. Jadi tidak ada pertandingan yang mudah,” tutur Bojan Hodak. (ars)












