BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Grand final lomba akta notaris, akta PPAT, dan legal opinion 2025 yang diselenggarakan Pengwil Jawa Barat Ikatan Notaris Indonesia (INI) bersama Forum Kerja Sama Program Studi Magister Kenoktariatan Perguruan Tinggi Swasta (FKPS MKN PTS) Indonesia dan Prodi Magister Kenoktariatan Pascasarjana Universitas Pasundan (MKN Pascasarjana Unpas) digelar di Kampus Pascasarjana Unpas, Aula Mandalasaba dr. Djoendjoenan, Kota Bandung, Jumat (21/11/2025).
Tahun ini, Prodi MKN Pascasarjana Unpas bertindak sebagai tuan rumah dengan mengusung tema “Mengasah Profesionalisme, Integritas, dan Ketepatan Akta Otentik.”

Ketua Pelaksana Hilda Sophia Wiradiredja, S.H., Sp.1., M.H. melaporkan bahwa kegiatan tahun ini diikuti 23 prodi MKN dari seluruh Indonesia. Peserta terdiri dari tim lomba akta notaris dan akta PPAT, masing-masing beranggotakan 2–3 orang.
“Jumlah peserta akta notaris sebanyak 22 tim, dan akta PPAT juga 22 tim. Lomba berlangsung sejak pendaftaran 10–20 Oktober, dilanjutkan teknikal meeting 21 Oktober. Peserta diberi waktu pengerjaan 10 hari hingga 2 November, dan seluruhnya mengumpulkan tepat waktu,” ujarnya.

Dari hasil seleksi, terpilih lima finalis akta notaris dan lima finalis akta PPAT untuk berkompetisi di babak grand final.
Ajang Implementasi Keilmuan Kenoktariatan
Direktur Pascasarjana Unpas Prof. Dr. H. Bambang Heru Purwanto, MS mengapresiasi tingginya partisipasi.
“Alhamdulillah acara hari ini terlaksana. Ini berkat kerja sama seluruh notariat dari INI, dan menjadi bagian promosi Pascasarjana, khususnya MKN. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi awal kemajuan MKN Unpas yang unggul,” katanya.
Ketua FKPS MKN PTS Dr. Habib Ajie, S.H., M.H. menegaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kualitas pendidikan kenoktariatan.
“Kenoktariatan masih banyak peminatnya karena lembaga notaris dihadirkan negara. Kegiatan seperti ini penting untuk menunjang kualitas dan kuantitas keilmuan mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengwil Jabar INI Dr. Dhoddy Wdjajaatmadja, S.H., M.H. menyebut lomba ini menjadi ajang mengimplementasikan teori ke praktik.
“Prodi MKN itu praktis. Di sini diuji bagaimana mahasiswa menerapkan peraturan dan membuat akta. Harapannya, lulusan MKN siap menjadi notaris,” katanya. (han)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

h














