www.pasjabar.com — Fortuna Sittard harus menelan kekalahan pahit 1-3 dari Ajax Amsterdam dalam lanjutan pekan ke-15 Liga Belanda 2025-2026 di Stadion Offermans Joosten, Minggu (7/12/2025) dini hari WIB. Kekalahan ini semakin menyakitkan karena bek asal Indonesia, Justin Hubner diganjar Kartu Merah di LIga Belanda.
Reaksi keras datang dari pelatih kepala Fortuna Sittard, Danny Buijs. Ia tanpa ragu meluapkan kemarahannya dan menyebut tindakan Hubner di lapangan sebagai aksi yang “bodoh” karena dinilai sangat merugikan timnya di tengah upaya mengejar ketertinggalan.
Tekel Keras 8 Menit Setelah Masuk Justin Hubner diganjar Kartu Merah di Liga Belanda
Justin Hubner baru dimasukkan ke lapangan pada awal babak kedua, menggantikan Jasper Dahlhaus. Saat itu, skor sudah berbalik 1-3 untuk keunggulan Ajax setelah Fortuna Sittard sempat unggul cepat 1-0 melalui gol Kaj Sierhuis (menit ke-4), namun dibalas dua gol bunuh diri dari Syb Van Ottele dan Ryan Fosso, serta gol Owen Wijndal.
Sayangnya, debut babak kedua Hubner hanya berlangsung singkat. Baru delapan menit bermain, pemain Timnas Indonesia itu langsung diusir wasit setelah melakukan tekel keras dari belakang terhadap pemain Ajax, Rayani Bounida.
Buijs menilai pelanggaran yang dilakukan Hubner tidak memiliki perhitungan matang dan sangat tidak perlu, terutama mengingat situasi tim yang sedang tertinggal.
Kritik Pedas Buijs: “Itu Bodoh Sekali”
Dalam wawancara pasca-pertandingan, Danny Buijs tidak menahan diri dalam mengkritik anak asuhnya tersebut. Ia menekankan bahwa tekel ceroboh itu tidak bisa dibenarkan, apalagi dilakukan oleh pemain yang baru masuk.
“Dia (Justin Hubner) hanya menabraknya dari belakang. Itulah yang dia lakukan sepanjang pertandingan. Tapi lihat, apa yang dilakukan Hubner selanjutnya sungguh bodoh,” kata Buijs, dikutip dari Voetbal International.
Buijs menambahkan, tindakan itu bukan didorong oleh frustrasi, karena Hubner baru saja masuk ke lapangan. Tindakan tekel agresif 60 meter dari gawang lawan dianggap tidak memiliki tujuan taktis dan hanya merugikan tim.
“Dengan skor 1-3 di kepalamu, itu bukan frustrasi, karena dia baru saja masuk ke lapangan. Kalau kamu baru saja masuk ke lapangan, kamu tidak akan melakukan tekel seperti itu enam puluh meter dari gawangmu, kan? Itu bodoh sekali,” sambungnya dengan nada tegas.
Kartu Merah Harus Jadi Pelajaran Berharga
Kekalahan ini, terutama dengan handicap bermain sepuluh pemain, diakui Buijs sangat menyakitkan bagi Fortunezen—julukan Fortuna Sittard. Pelatih asal Belanda itu berharap insiden kartu merah ini menjadi pelajaran berharga bagi Hubner.
“Itu jadi pembelajaran. Banyak sekali pembelajaran, karena itu berarti kami harus melanjutkan dengan sepuluh pemain. Itu sangat menyakitkan hari ini,” pungkas Buijs.
Hubner kini terancam sanksi larangan bermain dan harus mencari cara untuk membuktikan profesionalitasnya di laga-laga berikutnya, mengingat posisinya di tim utama sedang ia perjuangkan. Insiden ini juga menjadi sorotan bagi penggemar Timnas Indonesia yang berharap Hubner dapat tampil lebih disiplin di level klub Eropa.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .














