• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan
Senin, Mei 11, 2026
  • Login
PASJABAR
  • BERANDA
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASFINANSIAL
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASFINANSIAL
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

10 Tahun di Rumah Bekas Sampah, Siti Ingin Lebaran Tanpa Malu

Reading Time: 4 mins read
A A
rumah

Di Kampung Palasari, Kabupaten Bandung, pasangan lansia Siti Asiyah dan Dana Darsono telah sepuluh tahun tinggal di bangunan rumah bekas sampah. (foto: fal/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
Penulis: admin
Dipublikasikan: Kamis. 26 Februari 2026 - 16:00 WIB

WWW.PASJABAR.COM – Ironis di wilayah yang berdampingan dengan ibu kota Jawa Barat, Kota Bandung, masih ada warga yang bertahan hidup di rumah yang dibangun dari sampah.

Di Kampung Palasari, Desa Sukasari, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pasangan lansia Siti Asiyah dan Dana Darsono sudah sepuluh tahun tinggal di bangunan yang lebih mirip kandang ayam.

Rumah itu berdiri di pinggir sungai, di bawah pohon besar yang sedikit menahan terjangan angin. Bangunan tersebut dikelilingi rumput liar yang tingginya hampir menutupi dinding rapuhnya. Dinding rumah tak utuh.

Angin bebas masuk tanpa halangan. Atapnya bocor di berbagai sisi. Tak ada lantai, hanya tanah biasa yang menjadi pijakan sehari-hari.

“Kalau hujan ya kehujanan, apalagi banyak yang bolong-bolong begini. Nyamuk, angin, apalagi kalau keluar rumah wah beceknya luar biasa, sandal penuh lumpur,” kata Siti dengan lirih, Rabu (26/2/2026).

Untuk menutupi celah-celah dinding, mereka mengumpulkan apa saja yang dibuang orang, mulai dari spanduk bekas, kayu sisa, hingga papan tak terpakai. Apa pun yang bisa dipasang untuk menahan angin dan hujan akan dijadikan dinding.

“Kalau ada kain yang dibuang suka diminta ke yang buangnya, dibawa ke sini buat nutupin dinding-dinding. Ada kasur lantai juga yang dibuang, ya Ibu ambil saja. Banyak, Pak, kalau ada di tempat sampah. Kalau dibolehkan ya Ibu ambil. Kalau ada orang bongkar rumah, yang enggak kepakai dikasihkan ke Ibu,” papar Siti.

Bangunan dari Tumpukan Barang Bekas

Di dalam rumah, tumpukan barang bekas menjadi bagian dari bangunan itu sendiri. Tak ada pintu yang benar-benar bisa dikunci. Rasa aman nyaris tak pernah ada. Kondisi rumah ini bahkan dinilai tak lebih baik dari kandang ayam.

Saat hujan turun, air masuk tanpa ampun. Ketika salat, mereka kerap kehujanan hingga sajadah basah. Tempat tidur pun ikut tergenang. Untuk bisa tidur, mereka mencari sudut yang paling sedikit terkena air. Berpindah dari satu sisi ke sisi lain mencari tempat yang tidak basah. Namun sering kali, seluruh bagian tetap lembap dan dingin.

“Air hujan juga suka jatuh ke tempat tidur, jadi basah. Untuk bisa tidur kadang-kadang cari yang tidak kehujanan,” tutur Siti.

Untuk memasak, mereka menggunakan kayu bakar dan apa saja yang bisa terbakar. Asap mengepul di dalam rumah yang setengah terbuka. Di atas tanah, di antara dinding dari sampah dan tiang rapuh, mereka menyambung hidup.

Rumah yang berada di pinggir sungai itu juga kerap dimasuki ular. Siti mengaku beberapa kali ular berada di atas tempat tidurnya. Rasa takut menjadi bagian dari kehidupan setiap malam.

“Ular pernah ada satu di kasur, di tumpukan selimut. Pas waktu di kamar mandi juga ada satu. Alhamdulillah tidak mengganggu,” pungkasnya.

Keinginan Terdalam Berkumpul dengan Keluarga

Pasangan ini memiliki lima anak yang sudah dewasa. Setiap Lebaran, ada keinginan mendalam untuk berkumpul bersama anak-anaknya. Namun setiap Lebaran pula, yang hadir justru rasa sedih. Siti tak kuasa menahan air mata setiap mengenang momen Idul Fitri maupun Idul Adha.

“Tiap Lebaran Ibu ingin sekali kumpul sama anak-anak di sini, tapi Ibu malu rumah begini. Kalau sudah bagus insya Allah anak-anak diajak ke sini. Selama 10 tahun belum pernah diajak ke sini, takutnya mereka malu. Kalau Ibu mah tidak malu,” jelas Siti sambil terisak.

Tak ada tempat untuk berkumpul. Tak ada ruang untuk menyambut anak dan cucu ketika hari raya tiba. Jika ingin berkumpul, mereka harus pergi ke rumah nenek atau ke rumah saudara lainnya. Mereka khawatir anak-anaknya malu melihat kondisi orang tuanya yang tinggal di tempat mirip tumpukan sampah itu.

“Kalau Lebaran mau kumpul, Ibu saja yang ke rumah nenek. Biasanya ngumpul di sana,” tambahnya.

Setiap kali salat, Siti memanjatkan doa yang sama kepada Allah agar bisa tinggal di rumah yang sedikit lebih layak. Bukan rumah mewah, hanya cukup untuk beribadah dengan tenang dan berkumpul saat hari raya.

Meski hidup dalam keterbatasan, keduanya tetap tegar. Mereka tak pernah menunjukkan diri tak mampu atau mengeluh di depan orang lain. Mereka meyakini rezeki telah memiliki garisnya dari Sang Pencipta.

Untuk menyambung hidup, Dana bekerja sebagai tukang sapu di sebuah perusahaan. Penghasilannya tak seberapa. Namun Ramadhan tetap dijalani dengan sabar dan ikhlas.

Target Rampung Sebelum Lebaran

Kondisi memprihatinkan itu diketahui jajaran Polsek Pameungpeuk saat menjalankan program berbagi di bulan Ramadhan. Anggota Bhabinkamtibmas yang datang memberikan bantuan sembako kemudian melaporkan bahwa rumah tersebut sudah tidak layak huni.

Kapolsek Pameungpeuk, Kompol Asep Dedy, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

“Awalnya Pak Bhabin mengunjungi rumah Bu Siti untuk memberikan sembako, kemudian melaporkan bahwa ada rumah yang sudah tidak layak dan terbuat dari rongsokan. Tadi kami sudah melakukan pengecekan, rumahnya memang tidak layak dikatakan rumah, bukan juga gubuk karena terbuka dari bekas sampah. Setelah itu kami dan seluruh anggota berkomunikasi lewat WA grup dan bersepakat untuk membantu pembangunan rumah Bu Siti. Itu juga bagian dari program Kapolda Jabar tahun 2026,” kata Asep.

Ia menyampaikan pembangunan akan diupayakan secepatnya agar selesai sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Besok atau lusa kita akan bongkar rumah itu. Sebelum Lebaran sudah jadi dan Bu Siti bisa berkumpul dengan keluarga saat Lebaran,” tambahnya.

Siti tak kuasa menahan tangis saat mendengar kabar tersebut. Doa yang selama ini ia panjatkan di atas tanah basah dan di bawah atap bocor perlahan menemukan jawaban. Ramadhan yang selama ini dipenuhi air hujan dan dinding dari sampah kini berubah menjadi harapan.

Siti berharap Lebaran nanti ia tak perlu lagi menumpang di rumah saudara. Takbir ingin ia dengar bergema di rumahnya sendiri, berkumpul tanpa rasa malu, di rumah yang bukan lagi terbuat dari sampah, melainkan dari kepedulian.

Kapolsek Pameungpeuk juga membuka kesempatan bagi pihak lain yang ingin turut membantu pembangunan rumah tersebut sebagai bagian dari kepedulian di bulan Ramadhan. Sebelumnya, pasangan lansia ini sempat tinggal bersama keluarga.

Namun perasaan malu dan tidak enak hati kerap dirasakan, sehingga keduanya memilih tinggal di bangunan bekas sampah itu. (fal)

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

Tags: Kapolsek Pameungpeuklansiarumah bekas sampah
admin

admin

Related Posts

Timnas Indonesia Piala Asia
HEADLINE

Grup Neraka, Indonesia Hadapi Jepang dan Qatar di Piala Asia 2027

Minggu. 10 Mei 2026 - 20:06
Barcelona vs Real Madrid
HEADLINE

El Clásico Penentu Gelar! Barcelona dan Real Madrid Siapkan Kekuatan Terbaik

Minggu. 10 Mei 2026 - 19:42
hasil Persib vs Persija
HEADLINE

Fakta Menarik di Balik Kemenangan Persib atas Persija

Minggu. 10 Mei 2026 - 18:13
Next Post
HPSN

HPSN 2026 Tekankan Sinergi Kelola Sampah Berkelanjutan

sabu cangkang tutut

Sabu Disembunyikan dalam Cangkang Tutut, Pengedar Ditangkap

tanggul karawang

Dedi Mulyadi Minta BBWS Citarum Perbaiki Tanggul Karawang

Recommended

Nasi Goreng Bistik

Kuliner Viral Bandung, Nasi Goreng Bistik Diburu Pecinta Makanan

8 bulan ago
Instagram Blend

Instagram Rilis Fitur Blend, Kurasi Reels Bareng Teman Kini Bisa!

1 tahun ago
unpas

Unpas Sosialisasikan Hibah PPK Ormawa dan P2MW Tahun 2026

3 bulan ago
SImone Inzaghi berpisah dengan Inter Milan. (REUTERS/Peter Cziborra)

Fabregas dan De Zerbi Jadi Kandidat Pengganti Inzaghi

11 bulan ago

Instagram

    Please install/update and activate JNews Instagram plugin.

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized

Topics

2026 AC Milan Arne Slot arsenal bandung barcelona berita bola BMKG bobotoh bojan hodak bursa transfer Dedi Mulyadi gubernur jawa barat Hasil Bola Hasil Pertandingan inter milan jawa barat KAI Daop 2 Bandung Kualifikasi Piala Dunia 2026 liga champions liga inggris liga italia liverpool Manchester City manchester united Mikel Arteta Opini paguyuban pasundan Pascasarjana Universitas Pasundan pascasarjana unpas Patrick Kluivert pemkot bandung persib persib bandung Piala Dunia 2026 premier League pssi Real Madrid Ruben Amorim sepak bola indonesia Serie A Super League 2025/2026 timnas indonesia universitas pasundan unpas
No Result
View All Result

Highlights

Mangprang! Remontada Persib Hancurkan Persija

Menanti Dominasi Manis Persib atas Persija

Tiga Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Ditutup

Dr. Nenden Euis Sri Mulyati Terpilih Menjadi Ketua IKA Unpas 2026–2031

Saat Hati Bertamu ke Raudhah

LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman

Trending

Timnas Indonesia Piala Asia
HEADLINE

Grup Neraka, Indonesia Hadapi Jepang dan Qatar di Piala Asia 2027

by Yatti Chahyati
Minggu. 10 Mei 2026 - 20:06
0

# Timnas Indonesia Piala Asia BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- Timnas Indonesia menghadapi tantangan besar pada putaran final Piala...

Barcelona vs Real Madrid

El Clásico Penentu Gelar! Barcelona dan Real Madrid Siapkan Kekuatan Terbaik

Minggu. 10 Mei 2026 - 19:42
hasil Persib vs Persija

Fakta Menarik di Balik Kemenangan Persib atas Persija

Minggu. 10 Mei 2026 - 18:13
Remontada Persib

Mangprang! Remontada Persib Hancurkan Persija

Minggu. 10 Mei 2026 - 17:38
persib-persija

Menanti Dominasi Manis Persib atas Persija

Minggu. 10 Mei 2026 - 17:26
PASJABAR

ww.pasjabar.com adalah media berita online yang menyajikan beragam informasi penting dan menarik di skala lokal, regional, nasional dan internasional. www.pasjabar.com juga hadir melalui tayangan berita video yang dapat disaksikan di channel youtube pastv. Pas Jabar - Pas untuk kita semua.

Recent News

  • Grup Neraka, Indonesia Hadapi Jepang dan Qatar di Piala Asia 2027 Minggu. 10 Mei 2026 - 20:06
  • El Clásico Penentu Gelar! Barcelona dan Real Madrid Siapkan Kekuatan Terbaik Minggu. 10 Mei 2026 - 19:42
  • Fakta Menarik di Balik Kemenangan Persib atas Persija Minggu. 10 Mei 2026 - 18:13

Kategori

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASFINANSIAL
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI

© 2026 PASJABAR